Berita

Ketua Lembaga Pemantau Pemilu Suara Rakyat (LPP Surak) Oskar Vitriano/Ist

Politik

Gelar Diskusi tentang Isu Kecurangan, LPP Surak Berharap Pemilu Adil

SENIN, 29 JANUARI 2024 | 01:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lembaga Pemantau Pemilu Suara Rakyat (LPP Surak) menggelar diskusi dengan tema Pertaruhan Legitimasi Pemilu di Tengah Isu Kecurangan dan Netralitas Presiden di Jakarta, Minggu (28/1).

Ketua LPP Surak Oskar Vitriano menuturkan jika tema tersebut diangkat karena isu netralitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu isu yang lagi trending belakangan ini.

"Karena itu hal ini kami diskusikan dengan mengundang seluruh timses paslon dan juga KPU, dan juga Bawaslu. Sehingga masyarakat kita harapkan bisa mengerti apa yang terjadi saat ini," kata Oskar kepada wartawan.


Dia menuturkan meski banyak polemik dan adanya dugaan kecurangan, Pilpres 2024 harus bisa berjalan dengan damai mulai dari proses kampanye, pemilihan dan penetapan presiden.

"Sehingga masyarakat tak lagi dikhawatirkan dengan adanya polemik-polemik seperti 2019 lalu," tegasnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan semua peserta pemilu baik presiden dan legislatif harus menunjukkan strategi pemenangan yang sesuai dengan koridor dan aturan yang telah ditetapkan oleh KPU.

"Sampaikan visi misi dengan bijak, gunakan strategi pemenangan dengan baik. Sehingga masyarakat mau memberikan pilihannya," ucapnya.

Masih kata Oskar, dengan tahapan-tahapan yang baik maka tentunya akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang baik. Selanjutnya akan menghasilkan keputusan dan kebijakan yang baik pula buat masyarakat.

"Jangan kita harap ada pemilu yang damai dan nyaman kalau pada pelaksanaannya kemudian tidak berlangsung adil," tegasnya lagi.

Dirinya pun mengatakan, jika siapapun presiden yang terpilih nanti, itu adalah hasil dari pemilu yang benar-benar dijaga kualitasnya.

"Intinya siapapun yang menjadi presiden nanti masyarakat Indonesia harus merasakan dampak positifnya," tutup Oskar.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya