Berita

Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Baru Turun Gunung, SBY Ditegur Prabowo Atau Jokowi?

SABTU, 27 JANUARI 2024 | 15:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seharusnya "turun gunung" sejak awal mengkampanyekan pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Karena itu, langkah SBY yang baru gunung dalam beberapa waktu terakhir, dalam pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, seolah menunjukkan Partai Demokrat enggan sepenuh hati mendukung Prabowo-Gibran.

"Sebab Demokrat menjadi partai yang terkesan tidak mau promosikan Gibran dalam mitra koalisi," Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/1).


Atas dasar itu, pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai bahwa bisa saja Partai Demokrat mendapatkan teguran dari Prabowo Subianto ataupun Joko Widodo (Jokowi).

"Bisa saja mereka mendapat teguran dari Prabowo atau bahkan Jokowi karena dinilai tidak membantu," kata Dedi Kurnia.

Di sisi lain, Dedi Kurnia juga menilai bahwa upaya Prabowo-Gibran untuk menang satu putaran di Pilpres 2024, belum bisa dipastikan hingga saat ini.

"Prabowo tidak kunjung dominan dan meyakinkan untuk satu putaran, itulah sebab SBY dipaksa turun langsung, bahkan Jokowi dan para anggota kabinet juga terkesan serentak membela Prabowo," demikian Dedi.

Dalam beberapa hari terakhir, SBY mulai turun gunung mengkampanyekan Prabowo-Gibran. Teranyar, SBY terjun ke Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (26/1).

Dia meminta kader partai Demokrat total mendukung pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

“Saya mengajak masyarakat untuk memilih Partai Demokrat dan memenangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024," kata SBY.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya