Berita

Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Mahfud MD Mundur dari Kabinet, Ganjar: Ini soal Moral

JUMAT, 26 JANUARI 2024 | 07:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana pengunduran diri Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju, merupakan konsekuensi yang harus diambil untuk menghindari conflict of interest sekaligus menjadi pendidikan moral bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, dalam wawancara ekslusif dengan Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas, yang disiarkan pada Kamis malam (25/1).

Ganjar menjelaskan, kesadaran tentang potensi conflict of interest sudah didiskusikan lama oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 3 saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan menteri dan pejabat publik tak perlu mundur meskipun terlibat kontestasi Pemilu 2024.


"Ketika pejabat publik disebut tak perlu mundur, maka saya diskusi panjang dengan Pak Mahfud, sudah lama sebenarnya. Pak, ini ketentuan yang ada ternyata pejabat publik tidak harus mundur, nah kalau tidak harus mundur ini ada risiko, risikonya apa? conflict of interest, dan mereka akan bisa menyalahgunakan kewenangan ini, menggunakan fasilitas negara," kata Ganjar.

Menurut capres berambut putih ini, sulit untuk mengatakan conflict of interest tak akan terjadi asalkan pejabat publik, termasuk para menteri, mengajukan cuti saat melakukan kampanye.

Ganjar mengungkapkan, ketika seseorang berada pada posisi sedang dalam jabatan publik, maka orang akan tergoda untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, apapun itu.

"Dan kita lihat kenyataannya, di tvOne juga ada beritanya, menteri promosi “ini bantuan sosial, ditujukan tidak dari siapa-siapa, dari kami”, padahal itu punya negara. Videonya ada. Diomongkan, silahkan bicara terima kasih. Itu kan, kalimat-kalimat yang mengarahkan," ungkapnya.

Hal itu, lanjutnya, juga dapat dikategorikan sebagai pembohongan publik. Pasalnya, masyarakat tidak diberi tahu secara transparan tentang kegiatan atau program yang menggunakan uang negara, namun menjadi agenda kampanye terselubung oleh pejabat publik.

Salah satunya adalah pembagian sembako beras yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, yang diklaim sebagai kebijakan Jokowi dan jika paslon nomor urut 2 menang maka program tersebut akan diteruskan.

"Membohongi itu artinya tidak transparan dalam arti menyebut sumbernya dari mana? Mereka menggunakan fasilitas itu. Kalau sekadar menyalurkan, kan sebenarnya itu bisa disampaikan oleh tim yang ada di bawah, lurah, camat, tapi kan tidak. Semua turun berbondong-bondong, rame-rame membagi," tutur Ganjar.

Dia mengungkapkan, saat mendiskusikan potensi conflict of interest jika pejabat publik tidak mundur dari jabatannya meski terlibat kontestasi pemilu, Ganjar dan Mahfud tiba pada kesimpulan bahwa siapa yang dapat menjaga moralitas pejabat terkait hal itu.

Itu sebabnya, ketika ditanya pendapat oleh wartawan, Ganjar secara tegas menyebut seharusnya pejabat publik mundur agar tidak bias dalam menggunakan fasilitas negara selama masa kampanye.

Dia juga menyebut hal itu berlaku bagi Mahfud MD, yang kemudian direspons dengan pernyataan resmi cawapres nomor urut 3 itu mengenai pengunduran diri dari jabatan Menko Polhukam.

"Siapa yang bisa menjaga moralitas pejabat pada kondisi ini? Ya, pejabat itu sendiri. Maka sebaiknya mundur. Ini juga berlaku kepada Pak Mahfud makanya saya dorong, nah Pak Mahfud meresponnya kemarin sore Rabu (24/1),” demikian Ganjar.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya