Berita

Menlu RI Retno Marsudi dalam press briefing Debat Terbuka DK PBB di New York Amerika Serikat pada Selasa, 23 Januari 2024/Repro

Dunia

Israel Punya Tujuan Menghilangkan Palestina, Menlu RI: Apakah PBB Tetap Diam?

RABU, 24 JANUARI 2024 | 13:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap pembentukan negara Palestina, secara tidak langsung mengungkap niat sebenarnya dari agresi militer di Jalur Gaza.  

Begitu yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, selama Debat Terbuka di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), di New York pada Selasa (23/1).

Menlu mengatakan bahwa penolakan Netanyahu tersebut sangat berbahaya bagi kemerdekaan Palestina dan bagaimanapun tidak dapat diterima.


"(Pernyataan Netanyahu) mengkonfirmasikan tujuan Israel sesungguhnya, yaitu menghilangkan Palestina dari peta dunia," tegas Retno.

Melihat jumlah korban tewas melebihi 25 ribu jiwa dan Israel yang bersikeras melanjutkan perang di Jalur Gaza, Menlu RI mempertanyakan kebijakan yang akan diambil DK PBB.

"Apakah DK PBB akan terus tinggal diam menghadapi maksud Israel tersebut?," ujar Menlu.

Lebih lanjut Retno menyoroti ancaman perang terbuka di Timur Tengah yang berkaitan dengan krisis di Gaza.

Oleh sebab itu dia mendesak agar PBB segera bergerak dan memastikan bahwa semua pihak menghormati Hukum Humaniter Internasional tanpa kecuali.

"Saya mendesak anggota DK untuk segera menghentikan ketakutan yang setiap hari dihadapi oleh warga Palestina di Gaza dan juga di Tepi Barat," tuturnya.

Pada 18 Januari lalu, Netanyahu menyuarakan penolakannya terhadap wacana pembentukan negara Palestina pasca perang yang diusulkan AS.

Dia menilai pemerintahan Palestina di Jalur Gaza hanya akan menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional Israel.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya