Berita

Teguh, istri, anak-anaknya beserta para promotor dan penguji/Ist

Dahlan Iskan

Doktor Malam

RABU, 24 JANUARI 2024 | 07:57 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KEMARIN ayahnya. Hari ini anaknya. Sebenarnya bapak-anak itu akan meraih gelar doktor di hari yang sama: kemarin. Tapi salah satu promotor sang anak telanjur punya kesibukan lain.

Maka hanya Teguh Widjajanto yang kemarin lulus S-3. Anak sulungnya meraih gelar doktor hari ini. Dua-duanya doktor teknik mesin. Sama-sama dari departemen teknik mesin Universitas Brawijaya Malang.

Saya pun salah paham. Nama-nama promotor di Disway kemarin adalah promotor dan penguji untuk sang anak. Saya salah comot. Rupanya ada dua undangan. Saya kurang teliti mana undangan kemarin dan mana yang hari ini. Kop suratnya sama. Fakultasnya sama. Lokasinya sama. Namanya pun sama-sama ada "Teguh"-nya. Nama sang anak adalah: Nurdin Hasananto Teguh.


Maka inilah nama-nama promotor dan penguji Teguh kemarin:  Prof Dr Djarot B Darmadi, Prof Dr Femiana Gapsari, Dr Eng Yudi Surya Irawan, Prof Dr Wahyono Suprapto, Dr Putu Hadi Setyarini dan Prof Dr Eng Prabowo.

Saat Teguh menguraikan disertasinya kemarin si sulung duduk di sebelah podium. Menghadap ke laptop. Di atas podium juga ada laptop --untuk dioperasikan sang ayah ke layar lebar. Sesekali si sulung berdiri ke sebelah podium --membetulkan layar laptop agar tayangan sang ayah lebih jelas.

Teguh meraih doktor dengan predikat sangat memuaskan. Intinya seperti yang saya tulis kemarin. Pipa-pipa di boiler type CFB itu sering bocor. PLTU harus berhenti. Tiga bulan kemudian bocor lagi. Berhenti lagi. Bahkan setiap dua bulan.

Teguh pun menemukan teori agar tube tersebut dilapisi dengan campuran lima bahan dengan unsur utamanya nikel. Bahkan dengan coating itu temperatur yang dipindahkan ke air bisa lebih tinggi. Teguh terlihat begitu menguasai soal coating ini. Ia sampai ke lab di California untuk mengujinya.

“Soal coating tube boiler ini sebenarnya sampingan saja," ujar Teguh menjawab pertanyaan promotor. "Keahlian saya yang utama adalah vibrasi," tambahnya. Yakni vibrasi pada turbin pembangkit listrik.

Menurut Teguh, 60 persen kerusakan mesin itu timbul akibat kesalahan operasional. Misalnya akibat pemeliharaan yang kurang baik. Bisa juga mesin yang sudah waktunya dipelihara masih dipaksa jalan.

"Mesin itu benda mati. Tidak bisa salah," katanya. "Jadi tidak ada istilah barang bekas di mesin. Yang ada adalah mesin yang dirawat dengan baik atau tidak," tambahnya. Setiap perawatan mesin, katanya, harus bisa mengembalikan mesin pada posisi baru.

Promotor Teguh membuka "rahasia" di balik raihan doktor di usia 58 tahun ini. "Saya sering ditanya orang, Teguh itu doktor lulusan mana. Kok hebat," katanya. "Saya jawab, lulusan UB. Karena itu saya lantas minta agar Teguh benar-benar kuliah S-3 di UB saja," katanya.

Sang promotor adalah alumni teknik mesin UB tahun 86. Seangkatan dengan Teguh. Angkatan itu terkenal karena punya "walisongo". Yakni sembilan mahasiswa yang tidak kunjung lulus. Mereka tidak pernah punya niat untuk ikut ujian akhir. Mereka sibuk sebagai aktivis.

Akhirnya sembilan mahasiswa itu sepakat ikut ujian. "Kami semua lulus. Hanya satu yang tidak lulus yakni Teguh," katanya. Tapi ya itulah nasib orang. "Yang lulus seperti saya jadi dosen. Yang tidak lulus seperti Teguh jadi direktur utama perusahaan besar," guraunya.

Teguh sendiri akhirnya lulus juga. Itu, katanya, berkat dorongan ibunya. Padahal Teguh sebenarnya sudah punya prinsip hidup sendiri. Yakni yang diajarkan kiainya waktu di pesantren: rezeki itu ada di mana-mana. Banyak sekali. Sebanyak langit dan bumi. Tinggal ikhtiar masing-masing. Prinsip Teguh adalah pengabdian yang tulus dan sungguh-sungguh. "Waktu diangkat jadi dirut PJBS pun sebenarnya saya tidak suka," katanya. PJBS kini bernama Nusantara Power, cucu besar PLN.

Tapi itu bukan berarti Teguh ogah-ogahan. Selama ia memimpin, PJBS memiliki prestasi terbaik. Dari segala aspek penilaian perusahaan.

Sekarang pun, setelah pensiun dan bergelar doktor, Teguh akan tetap berjiwa pengabdi. "Kita ini tidak tahu kapan akan meninggal. Sepanjang masih diberi umur akan mengabdi untuk umum sekuat tenaga," katanya.

Promotor lain memuji keseriusan Teguh dalam meraih doktor. "Ia bisa membagi waktu begitu baik," ujar Prof Femi. "Di pekerjaan penuh dengan prestasi. Di kuliah bisa selesai dengan cepat," tambah guru besar ilmu material asal Lombok itu.

Teguh memang menyelesaikan doktornya dalam 3,5 tahun. "Malam-malam saya ke lab fakultas teknik. Biasanya setelah mendarat di Bandara Juanda saya langsung ke Malang. Ke lab di kampus. Sampai jam 12 malam," ujar Teguh.

Giliran hari ini anak sulungnya yang membacakan disertasi. Saya tebak: Teguh tidak akan duduk di sebelah podium untuk membantu anaknya mengoperasikan laptopnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya