Berita

Ilustrasi Foto/Net

Politik

Maruarar Sirait Cabut, Marwah PDIP Dinilai Menurun

RABU, 17 JANUARI 2024 | 19:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keluarnya Maruarar Sirait yang membuat heboh di tengah masyarakat dinilai telah menurunkan marwah PDI Perjuangan.

Penilaian itu disampaikan oleh pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyoal alasan hengkangnya Maruarar Sirait dari PDIP.

Menurutnya, siapapun memiliki hak politik yang sama dalam mengambil setiap keputusan, termasuk tokoh sekaliber Maruarar Sirait yang sudah lama menjadi kader banteng sebelum dirinya dibantengkan.


“Setiap orang memiliki alasan, untuk mengambil keputusan. Soal lama atau tidak lama. Soal beliau adalah merah. Bapaknya Sabam Sirait, bakal tidak mudah untuk keluar. Itu sebuah politik pilihan-pilihan saja,” ucap Pangi ketika berbincang dengan Kantor Berta Politik RMOL, Rabu (17/1).

Pangi justru memandang kehebohan yang terjadi pasca hengkangnya putra mendiang politisi senior Sabam Sirait terkesan ada pihak-pihak yang mau menjatuhkan marwah PDIP.

Padahal, seseorang pindah haluan arah politik merupakan hal yang wajar terjadi dan setiap kader memiliki hak yang sama untuk memutuskan sikapnya.

“Tapi kelihatannya, bagi saya sih ini untuk menggiring opini men-downgrade PDIP-nya, diiringi dengan mundurnya kader caleg-caleg di daerah, itu yang akhirnya kecenderungannya ke situ. Ini saya melihat kok men-downdgrade PDIP-nya,” ungkapnya.

Namun, pihaknya menilai fakta politik harus diterima masyarakat, meskipun banyak alasan Maruarar Sirait pindah haluan bisa disebabkan karena hal transaksional maupun ideologi.

“Tapi itu fakta-fakta politik yang terjadi apakah kekecewaan itu lebih pragmatis atau kekecewaan secara ideologi,” demikian Pangi Syarwi Chaniago.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya