Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Harga Telur Di Lahore Pakistan Melonjak Hingga 400 Rupee Perlusin

RABU, 17 JANUARI 2024 | 10:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lonjakan inflasi di Pakistan mengakibatkan harga komoditas sehari-hari meningkat tajam.

Mengutip India Blooms pada Rabu (17/1), warga Lahore di Pakistan harus membayar 400 rupee atau setara dengan Rp 22 ribu untuk membeli selusin telur.

Tidak hanya telur, bahkan ayam di Lahore saat ini dijual di Lahore seharga 615 rupee per kilogram atau Rp 34 ribu.


Lonjakan nampak jelas terlihat dari harga bawang bombay yang sekarang dijual di kisaran 230-250 Rupee  per kilogram dibandingkan harga tetap pemerintah sebesar 175  Rupee per kg di kota tersebut.

Dikatakan bahwa kenaikan itu terjadi karena pemerintah daerah telah gagal menegakkan daftar tarif, sehingga harganya menjadi jauh lebih tinggi.

Bulan lalu, Komite Koordinasi Ekonomi (ECC) mengarahkan Komite Pemantau Harga Nasional (NPMC) untuk melanjutkan koordinasi reguler dengan pemerintah provinsi.

Pengarahan itu dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan untuk memeriksa penimbunan dan pengambilan keuntungan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya