Berita

Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango/Istimewa

Politik

KPK Akan Beberkan 6-10 Problem Pemberantasan Korupsi kepada 3 Pasangan Capres-cawapres

RABU, 17 JANUARI 2024 | 02:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan 6-10 persoalan yang akan diangkat dalam acara Paku Integritas untuk capres-cawapres yang menjadi peserta Pilpres 2024. Salah satunya terkait persoalan dan hambatan terkait koordinasi dan supervisi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango, dalam Konferensi Pers Akhir Tahun Kinerja dan Capaian KPK Tahun 2023 di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

Nawawi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan restu dari KPU RI untuk menyelesaikan Paku Integritas bagi para capres-cawapres peserta Pilpres 2024.


"Kita sudah mendapatkan lampu hijau bahwa itu bisa dilaksanakan. Formatnya tidak dalam bentuk debat. Jadi tidak ada format seperti debat, kami pastikan itu tidak ada. Kemudian juga bukan adu program," jelas Nawawi.

Dalam kegiatan Paku Integritas yang akan dilakukan pada Rabu malam (17/1), lanjut Nawawi, KPK ingin menyampaikan problem dan hambatan apa saja yang ditemukan dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Sejumlah persoalan itu lah kita hadapkan kepada mereka. Apakah kelak di antara satu mereka terpilih, komit untuk menyelesaikan persoalan yang kami sebutkan tadi," tutur Nawawi.

Nawawi menyebutkan, ada sekitar 6-10 persoalan yang akan diangkat dalam acara tersebut. Namun, Nawawi hanya membocorkan salah satu persoalan yang akan dibahas kepada tiga pasangan capres-cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Misalnya kaitan dengan pelaksanaan tugas koordinasi supervisi. Kita menyebutkan bahwa pelaksanaan dua tugas KPK ini yang disebutkan dalam Pasal 6 butir b dan butir d, meskipun supervisi memiliki Perpres 102/2020, kita juga telah memiliki perjanjian kerja sama dengan beberapa APH, tetapi kita harus menyebutkan gitu, bahwa masih banyak hambatan yang kita temui di dalam pelaksanaan koordinasi dan supervisi penanganan perkara korupsi," pungkas Nawawi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya