Berita

Ilustrasi/Net

Dahlan Iskan

Trance Berdarah

SELASA, 16 JANUARI 2024 | 04:59 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SUDAH lebih dua minggu saya ingin tahu jenis musik ini: psychedelic trance.

Lalu saya coba mendengarkan beberapa di antaranya. Tentu yang masuk 10 besar paling top: sayang saya tidak juga mengerti bagaimana cara menikmatinya.

Misalnya lagu Till the Sky Falls Down itu. Yang dianggap lagu paling hebat sepanjang sejarah. Atau lagu Light the Skies. Mungkin hanya para sufi yang bisa terbawa lagu itu sampai ke alam yang berbeda.


Tentu saya pernah menikmati lagu sufi. Hampir sehari penuh. Di makam Maulana Rumi. Di Konya, pedalaman Tukiye. Tapi sangat berbeda dengan psychedelic trance.

Ternyata di Israel banyak juga penggemar psychedelic trance. Memang bukan yang terbanyak. Penggemar psychedelic trance terbanyak adalah di Eropa Barat, Amerika, Australia dan Afrika Selatan.

Tapi festival psychedelic trance di Israel ini begitu hebohnya. Berbuntut begitu panjang: sampai Hamas harus diserbu habis-habisan oleh Israel.

Sampai sekarang perang terhadap Hamas di Gaza itu sudah berlangsung 100 hari. Belum juga ada tanda-tanda akan berakhir.

Kabarnya Israel sudah menemukan lokasi di mana tentaranya disembunyikan di Gaza. Tapi tidak mudah membebaskan mereka. Kalau diserbu para tahanan itu akan ikut mati.

Semua itu bermula dari festival musik psychedelic trance di Israel. Festivalnya ikut gaya Brasil. Mulainya tengah malam. Nonstop. Baru akan berakhir pukul 17.00 keesokan harinya. Total 16 jam.

Karena itu mereka yang ingin ikut hadir harus siap 'menggelandang' sehari semalam.

Pun festival yang di Israel itu. Yang dilaksanakan tanggal 6 malam Oktober lalu. Yang datang sekitar 4.000 orang. Mereka datang dari berbagai kota di Israel. Juga dari berbagai kota di Eropa.

Banyak penggemar yang membawa tenda. Pun yang dari luar negeri. Mereka membayar setara USD 100.

Sedang pemusiknya datang dari Inggris, Jerman, dan Israel sendiri.

Festival psychedelic trance itu dilaksanakan di luar kota Tel Aviv. Sekitar 1,5 jam ke arah selatan. Di sebuah lahan terbuka luas. Lahan itu dikelilingi oleh pepohonan. Banyak yang menggelar tenda di sela-sela pohon. Meski alam Israel banyak yang berupa padang batu dan pasir tapi ada satu lokasi yang ideal untuk festival psychedelic trance.

Tidak ada yang mengira lokasi itu tidak aman. Memang letaknya hanya sekitar 5 km dari perbatasan Israel-Gaza, tapi selama ini tidak ada masalah keamanan di situ.

Malam itu bertepatan dengan hari Sabat. Hari Sabtu yang bagi orang Yahudi dianggap sebagai hari ibadah. Penggemar psychedelic trance justru mengadakan festival.

Sayang acara kurang lancar. Malam itu ada gangguan di pengeras suara. Festival musik itu pun tidak segera dimulai. Mestinya pukul 00.00 sudah dimulai. Tertunda lebih dua jam.

Menjelang pukul 04.00 barulah suara musik elektronik khas psychedelic trance berbunyi. Pengunjung mulai ramai-ramai menggerakkan badan mengikuti irama musik.

Anda sudah tahu: musik psychedelic trance tanpa penyanyi. Lagunya adalah musik itu sendiri.

Para penggemar umumnya meliukkan seluruh badan dengan mata terpejam. Mereka menginternalisasi musik ke dalam jiwa. Menyatu. Melupakan apa pun yang ada di dunia.

Dengarkan sendirilah lagu-lagunya. Cobalah menyatukan jiwa dengan lagu itu. Mungkin Anda bisa terhanyut ke mana-mana.

Maka ketika pukul 05.00 ada suara sirine yang mengudara tidak ada yang curiga. Bahkan ada yang mengira itu bagian dari festival. Pun ketika suara tembakan dan mortir meletus di mana-mana masih juga belum ada yang curiga. Padahal itu adalah serangan mendadak dari pasukan Hamas. Mereka berhasil menerobos perbatasan yang dijaga ketat oleh Israel. Sebagian mengendarai paralayang bermotor.

Jadilah subuh tanggal 7 Oktober lalu itu pesta musik psychedelic trance berubah jadi medan perang. Lebih 1000 orang tewas. Banyak tentara Israel ditangkap. Dibawa ke Gaza. Sampai sekarang belum berhasil dibebaskan.

Maka hari itu tercatat: festival musik paling berdarah dalam sejarah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya