Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ketegangan Meningkat, Kemenhan Taiwan Deteksi Tiga Balon China di Selat Taiwan

MINGGU, 14 JANUARI 2024 | 21:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi tiga balon udara yang diduga berasal dari China, terbang di atas Selat Taiwan, Minggu (14/1).

"Tiga balon terdeteksi terbang di atas garis median selat yang sensitif. Salah satunya melintasi pulau Taiwan di ujung selatan sebelum menghilang, yang lainnya menuju ke timur," kata kementerian dalam pernyataannya.

Kejadian itu telah menandai episode terbaru dalam serangkaian insiden balon yang terpantau terus melintas ke pulau itu selama satu bulan terakhir.


"China sengaja mengancam keselamatan penerbangan dan menimbulkan kekhawatiran atas keamanan dan potensi tekanan psikologis dengan balon-balon itu, jelang pemilihan umum di Taiwan," tambah kementerian itu, seperti dikutip dari The Standard.

Pernyataan itu datang beberapa hari sebelum Pemilu Taiwan dimulai, yang memicu ketegangan, karena China dituduh menggunakan berbagai tekanan, baik militer maupun ekonomi, untuk mempengaruhi hasil pemilihan.

Calon Wakil Presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Hsiao Bi-khim, mengecam tindakan China yang disebut terus melecehkan Taiwan. Ia menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

“Kami tidak menerima penggunaan intimidasi dan ancaman untuk mengganggu kehidupan masyarakat Taiwan, kapan pun. Tidak hanya minggu ini, kami berharap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan  berlanjut dalam jangka panjang," katanya.

Sementara itu, calon wakil presiden dari partai oposisi terbesar Taiwan, Kuomintang (KMT), Jaw Shaw-kong, meminta Tiongkok menahan diri dari mengirim pesawat dan kapal perang dalam waktu satu minggu menjelang pemilihan.

“Mohon izinkan Selat Taiwan tetap damai dan izinkan pemilihan kami berlangsung dengan sangat lembut,” kata Jaw.

Sampai saat ini, Kementerian Pertahanan Beijing belum juga menanggapi. Seperti diketahui, negara itu kerap memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri, dengan klaim yang telah ditolak keras oleh pemerintah Taiwan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya