Berita

Ketua DKPP RI, Heddy Lugito saat menyidang Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda, dan Anggota Bawaslu Kabupaten Puncak Guripa Telenggen di Ruang Sidang Utama Kantor DKPP RI, Jala Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (12/1)/Rep

Politik

Hapus Foto Terkait Separatis di Facebook, Anggota Bawaslu Puncak Dipertanyakan

JUMAT, 12 JANUARI 2024 | 17:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, berlangsung panas.

Anggota Bawaslu Kabupaten Puncak, Guripa Tenggelen, membantah keras dirinya merupakan simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebagaimana dituduhkan Pengadu dalam sidang DKPP, Jumat (12/1).

"Saya jawab langsung. Semua uraian yang ada dalam Pengadu itu bohong. Fitnah, orang-orang fitnah," kata Guripa.


Menurut Guripa, jika dirinya dicopot sebagai Anggota Bawaslu maka akan terjadi sesuatu masalah serius di Kabupaten Puncak.

"Seketika hari ini diputuskan (saya dicopot) Kabupaten Puncak akan kemana, karena masyarakat saya sudah tahu saya ini komisioner Bawaslu," kata Guripa.

Miren Kalabetme dari Forum Masyarakat Peduli Papua Tengah (FMPPT) selaku Pengadu terlihat kaget dengan pernyataan Guripa dalam sidang yang digelar di Ruang Sidang Utama Kantor DKPP RI, Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kok saudara bisa-bisanya mengeluarkan nada ancaman jika dicopot akan terjadi sesuatu di Kabupaten Puncak? Hanya karakter kelompok separatislah yang berani ancam-mengancam seperti ini," kata Miren.

Miren juga mempertanyakan alasan foto-foto Guripa terkait kelompok separatis dihapus dari akun media sosial Facebook.

"Aneh jika Guripa benar kenapa dia takut dengan hapus fotonya di Facebook? Apalagi dia bilang cinta NKRI", kata Miren.

Miren berharap putusan DKPP RI dapat memmberikan keadilan seperti yang diharapkan masyarakat.

"Kami lakukan laporan ini ke DKPP RI dengan mempertaruhkan keamanan dan keselamatan jiwa kami, karena berurusan dengan kelompok separatis. Tentunya kami harapkan DKPP RI dapat memutuskan seadil-adilnya", harap Miren.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya