Berita

Wajah tiga capres dan cawapres Taiwan 2024/Net

Dunia

Tiga Capres Bakal Bersaing di Pemilu Taiwan Besok

JUMAT, 12 JANUARI 2024 | 16:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Taiwan akan mengadakan pemilihan presiden pada Sabtu (13/1), sebuah kompetisi politik nasional yang akan menentukan nasib negara pulau itu dalam beberapa tahun ke depan.

Pemilu Taiwan menjadi perhatian internasional karena hasilnya berpotensi meningkatkan atau bisa juga menurunkan ketegangan militer di Selatan Taiwan.

Kekhawatiran ini berkaitan dengan tekanan China yang mempunyai ambisi untuk mengambil kendali penuh atas Taiwan yang dianggap sebagai bagian dari teritorinya.


Berikut tiga kandidat presiden dan wakil presiden yang akan dipilih selama pemilu besok:

1. Ko Wen-je dan  Cynthia Wu (TPP)

Ko Wen-je (64), mewakili Partai Rakyat Taiwan yang lebih kecil dan baru dirikan pada tahun 2019.

Ko mengklaim dirinya sebagai satu-satunya kandidat yang dapat diterima oleh AS maupun China.

Dia berjanji akan terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan China, namun intinya akan memastikan  bahwa Taiwan tetap dapat menjaga demokrasi dan kebebasan sipilnya.

Antara tahun 2014 dan 2022, Ko menjabat sebagai Wali Kota Taipei dan pernah bekerja sama dengan DPP serta KMT.

Ko adalah kandidat paling populer di kalangan pemilih muda, karena pendekatannya yang lugas dan fokus pada isu-isu praktis seperti perumahan dan pendidikan.

Pasangannya adalah Cynthia Wu (26), seorang eksekutif bisnis yang berasal dari salah satu keluarga terkaya di Taiwan.

2. Lai Ching-te dan Bi-khim Hsiao (Partai DPP)

Lai Ching-te (64), yang juga dipanggil William, saat ini adalah wakil presiden Taiwan dari Partai Progresif Demokratik (DPP), yang menolak klaim kedaulatan China atas Taiwan.

Jika terpilih, William akan memperkuat pertahanan nasional dan perekonomian serta melanjutkan arah kebijakan yang ditetapkan oleh Presiden Tsai Ing Wen.

Dia juga mengaku akan tetap terbuka untuk berbicara dengan China, namun tetap menjadikan kepentingan Taiwan yang utama.

"Selama ada kesetaraan dan martabat di kedua sisi Selat Taiwan, pintu Taiwan akan selalu terbuka,” ujarnya, seperti dimuat AFP.

Sementara itu wakilnya, Bi-khim Hsiao (52) merupakan seorang diplomat yang pernah mendapat tugas sebagai Duta Besar Taiwan untuk Amerika Serikat.

3. Hou Yu-ih dan Shau-kong (Partai KMT)

Hou Yu-ih (66) adalah kandidat dari partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang, atau KMT, yang pemerintahannya mundur ke pulau itu pada tahun 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan Partai Komunis China (PKC).

KMT memiliki hubungan yang lebih lunak dengan China dibanding DPP, meskipun mereka secara tegas membantah menjadi partai yang pro-Beijing.

Hou saat ini menjabat sebagai Wali Kota New Taipei, dan ia saat ini mengambil cuti untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Meski diusung oleh KMT, Hou berjanji untuk tidak melakukan unifikasi dengan China saat terpilih nanti. Menurutnya,  masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyatnya.

Hou menekankan bahwa dirinya akan lebih berupaya menjalin dialog dengan China dibanding Lai dari DPP yang dituduhnya mendorong Taiwan ke medan perang.

Pasangan Hou adalah mantan legislator dan komentator TV, Jaw Shau-kong (73).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya