Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Dilengkapi ChatGPT, Mobil Canggih Volkswagen Bisa Atur Suhu hingga Carikan Restoran

RABU, 10 JANUARI 2024 | 10:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen mobil asal Jerman Volkswagen akan menanamkan teknologi ChatGPT yang terintegrasi dengan asisten suara yang bisa berdialog dengan pengemudi.

Dalam pernyataannya saat memperkenalkan kendaraan pertamanya yang menampilkan ChatGPT pada Senin (8/1), Volkswagen mengatakan itu akan tersedia bagi pelanggan di Amerika Utara dan Eropa mulai awal kuartal kedua tahun ini.

Eksekutif dari Volkswagen dan Cerence, yang bermitra dengan Volkswagen dalam teknologi ini mengatakan, mobil yang dilengkapi AI ini akan memiliki kemampuan seperti menaikkan suhu saat mendengar "Saya merasa kedinginan" hingga menunjukkan restoran India terdekat saat mendengar "Saya ingin ayam mentega".


"Pelanggan sekarang dapat menyesuaikan fungsionalitas kendaraan mereka tanpa menyentuh tombol," kata Kai Gruenitz, anggota dewan pengembangan teknis merek Volkswagen, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/1).

“Pelanggan kami tidak ingin mengatur tempat duduk mereka secara manual, mereka ingin menggunakan sistem dialog ucapan,” ujarnya.

Sementara itu, para pritikus mengatakan penambahan AI generatif pada kendaraan, meskipun merupakan langkah maju dari interaksi yang mungkin dilakukan saat ini, masih jauh di belakang lompatan AI yang diperkirakan beberapa tahun lalu, terutama pada kendaraan yang sepenuhnya otonom.

Gruenitz tidak setuju dengan pendapat tersebut.

“Jadi jika Anda memiliki Apple CarPlay atau Android atau sejenisnya, Anda tidak dapat menyesuaikan fungsi di dalam kendaraan. Itu adalah langkah selanjutnya,” kata Gruenitz.

“Saya pikir apa yang sebenarnya dicari pelanggan kami adalah penggunaan mobil mereka yang mulus dan intuitif," ujarnya.

Volkswagen mengatakan mereka adalah pabrikan volume pertama yang menjadikan teknologi ini sebagai fitur standar pada mobil segmen kompaknya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya