Berita

Kebersamaan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Jokowi Absen HUT ke-51 PDIP, Partai Banteng Dianiaya Bekas Petugasnya

RABU, 10 JANUARI 2024 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebagai partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut, PDI Perjuangan tidak perlu khawatir dengan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51.

"PDIP itu partai besar, untuk itu jangan ragu suara partai tergerus oleh ketidakhadiran Jokowi, PDIP punya basis massa loyal," kata Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/1).

Justru, menurut Andi Yusran, kondisi saat ini bisa menguntungkan partai berlambang banteng moncong putih yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri.


"Kondisi kekinian sebenarnya bisa memberi sentimen positif dari pemilih kepada PDIP sebagai partai yang 'teraniaya' oleh mantan petugas partainya," jelas Analis Politik Universitas Nasional itu.

Hubungan PDI Perjuangan dengan Presiden Jokowi yang notabene kadernya sendiri diketahui sudah lama retak dan saat ini berada di ujung jalan.

Keretakan hubungan Jokowi dengan PDIP memuncak ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu merestui putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Padahal sudah jelas Gibran dan Jokowi berstatus kader PDIP.

Selain itu, Jokowi juga merasa tidak dianggap oleh PDIP. Sebab, ketika Ganjar Pranowo diusung PDIP sebagai bakal capres, Jokowi merasa tidak dilibatkan oleh partai banteng moncong putih.

Bukan cuma itu, Jokowi pun kerap diolok-olok oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan menganggap dia tidak akan menjadi presiden jika tanpa jasanya

Presiden Joko Widodo diketahui lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke tiga negara ASEAN bertepatan pada puncak HUT ke-51 PDIP. Ia dijadwalkan lawatan ke Vietnam, Filipina, dan Brunei Darussalam.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya