Berita

Kantor SJVN India/Net

Dunia

Nepal Percayakan Proyek Pembangkit Listrik 900 Megawatt ke SJVN India

JUMAT, 05 JANUARI 2024 | 14:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Nepal mempercayakan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air Karnali Atas berkapasitas 900 megawatt kepada perusahaan BUMN India, Satluj Jal Vidyut Nigam Limited (SJVN).

Pemimpin SJVN, Nandalal Sharma, mengatakan pihaknya akan menggandeng perusahaan infrastruktur GMR Group untuk menjalankan proyek tersebut.

"SJVN telah mendapat izin untuk mengambil bagian dalam pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karnali Atas,” ujarnya, seperti dikutip dari ANI News pada Jumat (5/1).


Sharma menjelaskan bahwa Otoritas Listrik Nepal (NEA) akan memegang saham proyek sebesar 27 persen. Sisanya yakni 73 persen akan dibagi antara SJVN dan GRM.

"Masing-masing perusahaan India akan memperoleh 36,5 persen saham," kata dia.

Berdasarkan data resmi, estimasi pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karnali Atas mencapai 1,16 miliar rupee Nepal.

Pemerintah Nepal juga memperpanjang jangka waktu sebanyak tiga kali bagi GMR untuk mendapatkan pendanaan bagi pembangunan proyek tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya