Berita

Ketua Umum PWI Pusat Hendri Ch Bangun dan Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto di Kantor Dewan Pers Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis siang (4/1)/RMOL

Politik

Prabowo: Partai Saya Berkembang karena Ada Kebebasan Pers

KAMIS, 04 JANUARI 2024 | 16:23 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Gerindra saat ini menjelma menjadi partai besar alias papan atas di Indonesia. Hal itu tak lepas dari peran kebebasan pers yang berkembang dalam iklim demokrasi saat ini.

Cerita itu disampaikan oleh Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto dalam diskusi Jelang Hari Pers Nasional (HPN) 2024 Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis siang (4/1).

Awalnya Prabowo mengingat saat dirinya ikut konvensi Partai Golkar di tahun 2004. Saat itu dirinya bertarung dengan Wiranto, Akbar Tanjung Surya Paloh, Aburizal Bakrie dan beberapa tokoh Golkar lainnya.


Prabowo pun tersingkir dari konvensi tersebut. Partai berlambang beringin itu akhirnya mencalonkan Wiranto sebagai calon presidennya.

Empat tahun berselang, Prabowo mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada tahun 2008. Partai besutannya itu memunculkan Prabowo ke teras gelanggang kepemimpinan nasional.

"Saya bikin partai baru (Gerindra), setapak demi setapak saya ikut pemilu sudah ke beberapa kali. Sekali 2009 sebagai cawapres ibu Megawati habis itu sebagai capres ya kan, jadi capres, dua kali kalah habis itu keempat kali saya percaya soal proses demokrasi," kata Prabowo.

Tak hanya itu, karir Prabowo sebagai politisi hingga menjadi Menteri Pertahanan juga tidak lepas dari peran pers.

Itu sebabnya, Prabowo mengakui kebebasan pers berperan penting dalam sistem demokrasi di Indonesia.

"Dan saya tidak mungkin di sini tanpa pers yang bebas. Partai saya bisa berkembang karena ada kebebasan pers. Menurut saya kebebasan pers faktor demokrasi itu situasinya begitu," pungkas Prabowo.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya