Berita

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, saat mengunjungi Ciamis, Kamis (4/1)/RMOLJabar

Politik

Sapa Pendukung di Ciamis, Anies: Yang Mapan Tak Ingin Perubahan

KAMIS, 04 JANUARI 2024 | 15:04 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan, kembali mengunjungi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (4/1). Kehadirannya membawa tujuan utama untuk memperkuat dan mengokohkan wacana perubahan yang telah menjadi salah satu fokusnya dalam perhelatan Pilpres 2024.

Dalam kunjungannya kali ini, Anies datang ke acara yang digelar di Islamic Center dengan tema "Am1nkeun Ciamis".

Di hadapan ribuan massa, Anies secara tegas menyampaikan bahwa upaya membangun dan menanamkan semangat perubahan dalam masyarakat adalah sebuah prioritas yang harus terus diperjuangkan bersama.


"Saya bersyukur bisa kembali hadir di Kabupaten Ciamis setelah pada November 2022 ke sini. Saat awal menggaungkan wacana perubahan, banyak orang yang tidak menginginkan wacana ini," kata Anies, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (4/1).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, ketika dirinya bicara perubahan, banyak sekali yang bilang jangan. Tetapi hanya segelintir orang yang merespons kata perubahan.

"Mereka yang mau dan merespons rencana perubahan adalah yang lemah, yang tersingkirkan, dan yang terkalahkan,” kata dia.

Bagi mereka, lanjut Anies, melihat perubahan sebagai harapan. Sedangkan mereka yang tidak menginginkan perubahan adalah yang merasakan kenyamanan.

"Mereka yang sedang merasa mapan lah yang tidak menginginkan perubahan," tegas dia.

Tapi apa yang terjadi, lanjut Anies, beberapa bulan ini seakan dipertontonkan bahwa negeri ini akan memasuki persimpangan jalan.

"Persimpangan jalan apa? Yakni persimpangan akan menjadi negara hukum atau negara kekuasaan.
Negara hukum, di mana penguasa dikendalikan oleh hukum. Sedangkan negara kekuasaan adalah di mana hukum dikendalikan oleh segelintir penguasa," papar Anies.

Anies menegaskan, dirinya maju pada Pilpres 2024 nanti hanya ingin Indonesia lebih adil dan makmur untuk semua kalangan, bukan hanya untuk sebagian orang.

“Kami ingin adil dan makmur untuk semua. Itu sebabnya, slogan kita adalah adil makmur untuk semua. Bukan hanya untuk sebagian orang saja,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya