Berita

Rizal Ramli/Net

Publika

Legacy Etik Rizal Ramli

RABU, 03 JANUARI 2024 | 11:27 WIB | OLEH: UBEDILAH BADRUN

RIZAL Ramli, saya memanggilnya Bang RR. Saya mengenalnya sejak saya menjadi aktivis mahasiswa tahun 90-an, hingga menjadi akademisi saat ini, atau hampir 26 tahun lebih. Sosok Bang RR tidak banyak yang berubah, hingga beliau menemui ajalnya, kembali kepada Allah pada 2 Januari 2024.

Integritasnya terus berpihak pada rakyat tidak pernah pudar, cara komunikasinya dengan saya juga tidak pernah berubah, meski beberapa kali beliau menjadi bagian dari pemerintahan, menjadi menteri saat Era Gus Dur maupun era periode pertama Joko Widodo.

Bang RR adalah guru diskursus ekonomi politik yang tajam, menyenangkan, sering to the point dan enak untuk berdebat, hingga semua pikiran kita saling terbuka. Saya dan bang RR jika berdiskusi bisa berjam-jam, dari soal ekonomi makro hingga problem ekonomi mikro dan politik kontemporer.


Sikap tegasnya berpihak pada kepentingan rakyat dan menolak elit politik yang berbisnis dengan istilah menolak Pengpeng (penguasa sekaligus pengusaha) adalah legacy etik beliau yang menjadi pembelajaran politik berharga bagi bangsa Indonesia.

Bahwa menjadi pejabat negara (penguasa) itu mesti diabdikan seluruh agendanya untuk kepentingan negara, jangan memanfaatkan posisi politik untuk berbisnis atau memanfaatkan posisi kuasa untuk kepentingan bisnis dirinya dan keluarganya.

Narasi itu tidak hanya beliau ucapkan, tetapi juga beliau praktekan saat menjadi menterinya Joko Widodo di periode pertama. Karena sikapnya yang tegas meng 'kepret' (istilah Bang RR yang artinya menampar) atau menegur pejabat yang berbisnis, membuat Bang RR diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri. Itu warning Bang RR yang berisiko pada karirnya, tetapi itu yang sangat penting, dan karenanya saya menyebutnya sebagai legacy etik Bang RR.

Semua pengalaman hidupnya sebagai aktivis, ekonom, dan birokrat, membuat beliau menemukan satu formulasi tentang bagaimana sebaiknya menjadi aktivis. Hal itu  beliau ucapkan saat diskusi terakhir dengan saya, sebelum kesehatanya menurun drastis sekitar 1,5 bulan lalu, di rumah beliau, sampai pada satu kesimpulan, bahwa aktivis itu jika menjadi pejabat tidak boleh lalai, harus tetap utamakan rakyat banyak, meskipun risikonya harus diberhentikan dari jabatanya. Ingat rakyat. Begitu beliau mengingatkan saya.

Bang RR tidak hanya concern dengan ekonomi kerakyatan, tetapi juga concern dengan kondisi demokrasi di Indonesia, hingga dalam satu diskusi pagi di rumahnya, beliau membuat kesimpulan bahwa penyebab demokrasi Indonesia rusak saat ini adalah karena adanya presidential threshold (PT) 20 persen. PT itulah penyebab kepala daerah dan presiden dikendalikan pemilik modal, mengabaikan kepentingan rakyat.

Ini beliau sebut sebagai demokrasi kriminal. Karenanya beliau menolak keras presidential threshold itu. Kepedulian pada ekonomi dan demokrasi beliau narasikan di banyak media, baik nasional maupun internasional. Artikel terakhirnya pada November 2023 di TheDiplomat.com dengan judul Indonesia’s Dramatic Turn Toward Semi-Authoritarianism and Dynastic Politics, adalah ekspresi paling kritisnya pada kondisi demokrasi Indonesia saat ini, yang makin otoriter dan dinastik.

Kemarahan beliau memang memuncak ketika praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) makin merajalela di periode kedua Joko Widodo. Pada Agustus 2023 lalu beliau mengkonfirmasi perkembangan laporan saya ke KPK yang saya lakukan pada awal 2022 lalu. Hingga kemudian pada Agustus 2023 Bang RR bersama tokoh lain, seperti Amien Rais dll, memberi kesempatan kepada saya untuk menjelaskan kondisi KKN rezim saat ini yang saya laporkan dan memberikan dukungan, sehingga kami sepakat bersama-sama meminta KPK menuntaskan laporan saya.

Beliau termasuk yang sangat lantang meminta KPK agar menuntaskan laporan saya. Dari situ saya makin memahami bahwa Bang RR sangat marah dengan praktek KKN yang merajalela karena merugikan rakyat banyak.

Dalam diskusi panjang yang kami lakukan dengan Bang RR, beliau meyakini bahwa kondisi Indonesia saat ini sesungguhnya sedang mengalami persoalan yang sangat serius, baik ekonomi maupun politik, dan berpotensi besar mengalami goncangan ekonomi dan politik.

Diskusi panjang 1,5 bulan lalu itu memberi kesan sangat mendalam buat saya, sebab ternyata beliau menyembunyikan sakitnya, jiwa dan pikiran selalu memikirkan rakyat banyak, petani, buruh, nelayan, padahal tubuhnya sedang mengidap sakit yang mematikan. Saya memaknai itu sebagai integritas, itu legacy Bang RR untuk bangsa Indonesia.

Selamat jalan Bang RR.. Surga tempat akhirmu..., engkau mewariskan pikiran besar untuk selamatkan republik ini, akan kami terus perjuangkan hingga negeri ini benar-benar menjadi sejatinya republik.

Penulis adalah analis sosial politik UNJ

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya