Berita

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Tgk Irawan Abdullah/RMOLAceh

Nusantara

Alasan Kemanusiaan, DPR Aceh Ajak Masyarakat Bantu Pengungsi Rohingya

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 18:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masyarakat, khususnya warga Aceh, diajak untuk menunjukkan rasa empati dengan membantu pengungsi Rohingya. Karena rasa empati itu adalah sifat utama yang dimiliki orang Aceh dalam membantu yang lain.

"Maka itu etnis Rohingya ini harus kita bantu bersama, karena sifat kemanusian itu adalah sifat yang lahir dari lubuk hati kita," kata Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Tgk Irawan Abdullah, saat mengunjungi lokasi pengungsi Rohingya di Bale Meuseuraya Aceh (BMA), Selasa (2/1).

Meskipun demikian, Irawan meminta Pemerintah Pusat serius dalam menangani persoalan keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh.


Irawan mengatakan, pihaknya sudah pernah membahas pada awal 2022 lalu melalui zoom meeting dengan kementerian terkait saat awal mulanya kedatangan etnis Rohingya ke Aceh.

Bahkan, lanjut Irawan, kementerian tersebut menyebutkan masalah etnis Rohingya ini adalah persoalan negara. Namun, hari ini hadirnya etnis Rohingnya di Aceh tentu menjadi menjadi tanggung jawab dan rasa empati harus dibantu bersama-sama

"Karena ketika tsunami dulu juga dibantu oleh yang lain dan ketika dulu saudara kita yang konflik misalnya ketika lari ke Malaysia juga dibantu oleh pihak-pihak lain," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (2/1).

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Aceh itu menambahkan, etnis Rohingnya  yang sudah datang ke Aceh harus diterima dan dibantu sesuai dengan kemampuan. Jangan membangun opini bahwa masyarakat tidak boleh membantu.

"Apalagi komitmen kita sebagai orang muslim yang selama ini yang juga kita kondisi seperti Palestina misalnya kita menggalang aksi kemanusian bersama-sama walaupun dari segi historis berbeda-beda," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya