Berita

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong/PSSI

Sepak Bola

2 Kali Uji Coba Lawan Libya, Shin Tae-yong Ngaku Tak Punya Alasan Khusus

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 14:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dua laga uji coba akan dilakoni Timnas Indonesia sebelum bertarung di Piala Asia 2023. Namun lawan yang dihadapi hanya satu: Libya.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tak ada alasan khusus menjadikan Libya sebagai lawan tanding skuat asuhannya. Dia hanya mencari tim yang bersedia untuk bisa diajak bertanding.

Jika melihat ranking FIFA pada Desember 2023, Libya menempati posisi 126. Sedangkan, Timnas Indonesia di peringkat 147.


"Sebetulnya tidak ada alasan khusus memilih Libya, memang di tahun baru ini susah mencari lawan tanding, tapi Libya sebagai tim dari Afrika mau datang untuk melawan kita di Turki pada 2 dan 5 Januari ini," terang Shin Tae-yong, dikutip laman resmi PSSI, Selasa (2/1).

Laga yang dilaksanakan di Mardan Sports Complex, Turki, Selasa malam nanti (2/1), menjadi uji coba pertama Tim Garuda sepanjang menjalani pemusatan latihan (TC) di Antalya, Turki, sejak 21 Desember 2023.

Laga melawan Libya akan dilangsungkan dua kali, yakni pada 2 dan 5 Januari 2024. Dalam dua laga itu, pelatih Shin Tae-yong ingin melihat sejauh mana timnya siap berlaga di Piala Asia 2023 Qatar yang akan berlangsung pada 12 Januari sampai 10 Februari 2024.

"Jadi (melalui uji coba ini) kami bisa bisa kontrol kondisi pemain. Fokus kami yang pertama memang di Piala Asia. Jadi segala sesuatunya akan difokuskan ke situ," tandas pelatih asal Korea Selatan itu.

Timnas Indonesia akan menghadapi Irak pada 15 Januari sebagai laga pertama di Piala Asia 2023. Dilanjutkan bertemu Vietnam (19/1) dan melawan Jepang (24/1) sebagai laga terakhir fase grup. Shin Tae-yong menargetkan Indonesia lolos ke babak 16 besar.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya