Berita

Blender BlendJet/Net

Tekno

Bisa Bikin Kebakaran dan Tangan Tersayat, BlendJet Tarik 4,8 Juta Blender Portabel dari Pasaran

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan BlendJet telah menarik kembali sebanyak 4,8 juta blender seri BlenderJet2 miliknya dari pasaran, menyusul bahaya yang bisa ditimbulkan bagi pengguna.

Dalam pernyataannya, perusahaan asal California itu juga telah meminta pengguna yang terlanjur membeli untuk segera berhenti menggunakannya, karena dapat menyebabkan kebakaran atau menyayat saat digunakan.

"BlendJet 2 yang saat ini dijual, tidak terpengaruh oleh penarikan tersebut," kata perusahaan.


Dalam  pemberitahuan penarikannya, perusahaan mengatakan, BlenderJet2 versi sebelumnya memiliki risiko blender menjadi terlalu panas atau bilah blender putus.

"Anda harus segera berhenti menggunakan blender yang ditarik kembali," kata BlendJet.

Keterangan serupa disampaikan Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC).

“Blender yang ditarik kembali dapat menjadi terlalu panas atau terbakar dan bilah blender dapat putus, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan laserasi bagi konsumen,” kata CPSC.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya