Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tsunami Pertama Menghantam Pelabuhan Wijima Setelah Gempa 7,6 Magnitudo

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo melanda prefektur Ishikawa pada Senin (1/1), gelombang tsunami pertama dilaporkan telah menghantam Pelabuhan Wijima.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam sebuah pernyataan di media sosial mengatakan bahwa gelombang tsunami tersebut ketinggiannya mencapai 1,2 meter.

"Gelombang setinggi 1,2 meter menghantam pelabuhan Wajima di prefektur Ishikawa pada pukul 16.21 waktu setempat," ungkap JMA seperti dimuat AFP.


Lebih lanjut, JMA memperingatkan adanya potensi tsunami berbahaya setinggi lima meter yang mungkin terjadi di sepanjang pantai utara Jepang Tengah dalam jarak 300 km dari pusat gempa.

Prefektur pesisir seperti Ishikawa, Niigata dan Toyama mendapat peringatan tsunami dari JMA dan warga di sekitar lokasi diminta untuk melakukan evakuasi.

Rekaman yang disiarkan oleh NHK menunjukkan sebuah bangunan runtuh di tengah gumpalan debu di kota pesisir Suzu dan penduduk di kota Kanazawa meringkuk di bawah meja ketika gempa mengguncang rumah mereka.

Melalui video yang beredar, nampak  bangunan-bangunan runtuh di Ishikawa. Gempa juga mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo di pantai seberang.

Penyedia utilitas Hokuriku Electric Power melaporkan lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengatakan tidak ada kejanggalan di pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya