Berita

Debat Cawapres, Gibran Rakabuming dan Mahfud MD/Repro

Politik

Sikap Diam Mahfud saat Debat Lawan Gibran Penyebab Penurunan Elektabilitas

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 13:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, yang diam dan tidak melawan saat debat melawan Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dianggap menjadi salah satu penyebab hasil survei elektabilitasnya bersama Ganjar Pranowo jeblok.

Hal itu disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil, menanggapi hasil survei LSI Denny JA periode akhir Desember 2023 yang menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar-Mahfud turun dan disalip capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang kini berada di posisi kedua.

"Jadi kalau survei Ganjar-Mahfud itu turun, ya memang salah satu efeknya dari debat cawapres kemarin," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).


Menurut Kang Tamil, saat debat cawapres yang diselenggarakan KPU RI pada Jumat (22/12), politikus senior sekelas Cak Imin dan selevel Profesor seperti Mahfud MD seolah-olah tidak mampu melawan Gibran yang sebelumnya diyakini akan banyak dicecar.

"Jadi, stigma itu ditangkap masyarakat justru berbeda-beda. Walaupun secara luar masyarakat menilai bahwasanya Gibran menang debat. Tapi yang membuat turun survei paslon nomor 1 dan paslon nomor 3 itu bukan karena Gibrannya menang debat dengan mereka, tapi kedua tokoh tadi memilih untuk tidak menyerang, atau memilih untuk diam," jelas Kang Tamil.

Sehingga, kata dosen Universitas Dian Nusantara ini, sikap diam Mahfud MD saat melawan Gibran menjadi salah satu alasan elektabilitas Ganjar-Mahfud menjadi turun.

"Itu lah yang kemudian menggerus survei mereka. Jadi kalau memang surveinya turun, ya jangan salahkan orang. Justru beberapa kalangan kan sudah katakan, bahwa Ganjar harus coba mengevaluasi Mahfud MD, begitu juga Anies harus coba mengevaluasi Cak Imin," pungkas Kang Tamil.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya