Berita

Gambar yang diterbitkan Houthi saat helikopter mendekati kapal kargo 'Galaxy Leader' di Laut Merah bulan lalu/Net

Dunia

Tangkis Serangan Houthi, AS Tenggelamkan Tiga Kapal dan Bunuh 10 Militan

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 10:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertempuran antara pasukan patroli Amerika Serikat (AS) dan militan Houthi di Laut Merah kembali memanas.

Baru-baru ini, AS mengklaim keberhasilan helikopternya, USS Eisenhower dan USS Gravely, dalam menghalau serangan Houthi terhadap kapal kontainer Maersk.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah laporan pada Minggu (31/12) mengatakan bahwa kelompok Houthi berusaha menaiki kapal Maersk Hangzhou yang berbendera Singapura sekitar pukul 03.30 waktu setempat.


Kedua helikopter AS kemudian datang atas panggilan darurat. Mereka berhasil memukul mundur para penyerang dengan menenggelamkan tiga kapal serta membunuh sepuluh orang di antaranya.

"Helikopter AS menangkis serangan militan Houthi yang didukung Iran terhadap kapal kontainer Maersk di Laut Merah, menenggelamkan tiga kapal dan menewaskan sepuluh militan," ungkap laporan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Atas insiden tersebut, pemilik kapal Maersk mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan semua pelayaran melalui Laut Merah selama 48 jam ke depan.

Perusahaan itu juga menjelaskan, awak kapal Maersk Hangzhou selamat dan tidak ada indikasi kebakaran di atas kapal sehingga mampu melanjutkan perjalanan ke utara menuju Terusan Suez.

Juru bicara Houthi dalam sebuah pernyataan membenarkan kabar soal serangan tersebut. Kelompok itu mengaku melakukan manuver karena awak kapal menolak mengindahkan peringatan.

Houthi juga mengkonfirmasi klaim AS yang menyebut sepuluh personel angkatan laut mereka telah mati dan hilang setelah kapal mereka diserang oleh pasukan AS di Laut Merah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya