Berita

Konferesni pers DPP Nasional Corruption Watch (NCW) di Jakarta, Kamis (29/12)/Ist

Politik

NCW: Rakyat Dipertontonkan Kebobrokan Rezim

JUMAT, 29 DESEMBER 2023 | 01:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum DPP Nasional Corruption Watch (NCW), Hanif Sutrisna menyebut Vox Populi, Vox Dei "suara rakyat adalah suara Tuhan” sudah tidak berlaku lagi dalam kehidupan bernegara belakangan ini.

Menurut Hanif, kondisi politik yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan rezim penguasa-pengusaha (oligarki) yang mendukung lahirnya Nepo Baby (bayi nepotisme).

“Negeri yang dipimpin dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat sudah bermutasi menjadi dari rakyat jadi penguasa dan untuk kepentingan dinasti oligarki. Tidaklah heran," kata Hanif dalam konferesni pers kepada media di Jakarta, Kamis (29/12).


“Kepentingan rakyat saat ini tidaklah menjadi fokus utama bagi penguasa negeri ini. Rezim yang berkuasa dan kroni-kroninya lebih mengutamakan langgengnya kekuasaan mereka dibandingkan mengurus rakyat miskin dan pengangguran yang semakin meningkat,” tambahnya.
Hanif mencontohkan, keberlangsungan investasi di IKN dan berbagai proyek strategis nasional (PSN) saat ini seperti berada di pinggir jurang.

Hal tersebut sewaktu-waktu bisa terjun bebas dan dikhawatirkan akan membebani APBN dan kekurangan negara nantinya.

Lanjut dia, masalah pembebasan lahan merupakan permasalahan klasik yang dihadapi pemerintah dan rakyat.

“Pemerintah harus hadir, bukan jadi penonton di pinggir lapangan atau malah membuat aturan baru yang bisa merampas hak-hak rakyat,” imbuhnya.

Hanif mengungkit Proyek Eco City Rempang yang dikatakan akan menggiring investasi senilai Rp175 triliun. Namun proyek itu mengabaikan hak-hak dasar masyarakat Pulau Rempang yang sudah hidup dan mendiami daerah tersebut puluhan tahun. Bahkan ada yang sudah tinggal sejak republik Indonesia ini belum merdeka.

“Suara rakyat bukan lagi suara Tuhan, bahkan sekelas investor abal-abal seperti Xin Yi ini, Bahlil bisa mengusir rakyat Pulau Rempang pindah dari tanah kelahiran mereka,” ungkapnya.

Masih kata Hanif, kekuasaan yang berlebihan dari rezim Jokowi dan kroni-kroninya ini memperlihatkan bahwa korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) sudah merajalela di negeri ini.

"Rakyat dipertontonkan kebobrokan rezim berkuasa pada menit-menit terakhir masa pemerintahan Jokowi ini. Sila Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab sudah tidak menjadi alat pandu dalam menjalankan roda pemerintahan Jokowi,” pungkas Hanif.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya