Berita

Salah satu pembangunan hunia tetap di Sulawesi Tengah/Net

Bisnis

Pembangunan Huntap 1 Tondo Mencapai 1.600 Unit

RABU, 27 DESEMBER 2023 | 11:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Memasuki tahun kelima, penyediaan hunian tetap (Huntap), relokasi bagi warga terdampak bencana, baru sebagian kecil yang terpenuhi.

Pembangunan Huntap sangat diperlukan untuk membantu masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah yang terdampak bencana alam seperti gempa, tsunami, serta likuifaksi. Bencana alam yang terjadi pada 2018 tersebut menyebabkan banyak rumah masyarakat rusak dan tidak dapat dihuni lagi.

Pemerintah berupaya agar pelaksanaan Huntap dapat berjalan lancar, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Namun begitu, beberapa kendala masih ditemui di lapangan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah Freddy, A. Kolintama.


Ia memaparkan, sejauh ini jumlah seluruh unit huntap yang terbangun di Huntap 1, Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu, adalah sebanyak 1.600 unit.

Menurutnya, masih ada kendala terkait gugatan hak milik di lokasi tersebut. Dari catatan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, sebanyak 956 warga sudah menerima sertifikat SHM melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), sementara 544 lainnya belum menerima.

Sedangkan di Huntap 2, masih di kelurahan Tondo, Mantikulore, masih dalam proses pembangunan.
 
"Sampai rapat terakhir belum ada angka fix berapa unit bisa terbangun di lokasi Huntap 2 karena masih ada klaim warga," ujar Freddy, melalui pesan tertulis yang dikutip Rabu (27/12).

Begitu juga dengan Huntap Talise yang belum juga selesai karena masih ada penambahan unit yang merupakan pengalihan dari Huntap 2

Ia menjelaskan, untuk Huntap Duyu di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, sudah ada 230 huntap yang bersertifikat dengan Redistribusi Tanah (Redis). Sedangkan Huntap Petobo di Kelurahan Petobo, Palu Selatan, jumlah sebanyak 655 unit sudah tersertifikasi dengan konsolidasi tanah.

Untuk sumber anggaran pensertifikatan PTSL dan Redis sementara ini menggunakan APBN.

"Iya sementara yang selama ini (menggunakan) APBN, tapi kemarin pak Kakanwil sempat ada rencana dibicarakan dengan Pemda sisanya," tutup Freddy.

Sejak 2019, Pemerintah telah membangun 1.679 unit Huntap di Sulawesi Tengah dan akan dilanjutkan pembangunannya sebanyak 4.089 unit.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya