Berita

Ilustrasi/Net

Global

Perempuan China Sulit Raih Kesetaraan di Era Kekuasan Xi Jinping

SENIN, 25 DESEMBER 2023 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hasil diskusi yang digelar Dewan Perempuan Nasional Partai Komunis China (PKC) bulan lalu menyebut bahwa kondisi perempuan di negara itu cukup tragis karena kesenjangan di berbagai bidang kehidupan dan kesetaraan yang sulit diraih.

Partisipasi perempuan di bidang politik selalu berada di posisi rendah dalam daftar prioritas PKC. Disebutkan bahwa lebih dari tujuh dekade, PKC tidak pernah menunjuk seorang perempuan pun sebagai anggota Komite Tetap Politbiro, badan politik tertinggi yang paling berkuasa dalam politik China.

"Selain itu, hanya enam anggota perempuan yang pernah
diangkat menjadi anggota Politbiro yang beranggotakan 25 orang sejak tahun 1949," tulis laporan Dewan Perempuan Nasional, seperti dikutip dari The Hongkong Post pada Senin (25/12).

diangkat menjadi anggota Politbiro yang beranggotakan 25 orang sejak tahun 1949," tulis laporan Dewan Perempuan Nasional, seperti dikutip dari The Hongkong Post pada Senin (25/12).

Meski mendapat pendidikan yang setara, perempuan di China kerap mendapat diskriminasi di dunia kerja. Di sektor-sektor ekonomi utama, porsi pekerja perempuan sangat sedikit.

Belum lagi dengan mekanisme pemberian upah yang berbeda telah menghambat perempuan bertumbuh dan membatasi partisipasi mereka di sektor tenaga kerja.

Merujuk pada survei terbaru, pada tahun 2018 penghasilan perempuan lebih rendah 22 persen dibanding laki-laki. Kesenjangan itu semakin jelas jika melihat posisi pekerjaan yang diberikan pada laki-laki dan perempuan di China.

Berdasarkan survei yang sama disebutkan sekitar 50 persen perempuan China hanya ditempatkan di posisi sekretaris dan umumnya dibayar rendah dibanding kaum pria yang bekerja di sektor teknologi dengan gaji lebih besar.

Selain aspek-aspek tersebut, Kebijakan Satu Anak juga mempunyai dampak yang besar terhadap partisipasi perempuan dalam perekonomian negara.

Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyebut kebijakan itu akan merugikan negara dan mengurangi rasio perempuan terhadap laki-laki saat lahir menjadi 87:100, jumlah terendah di antara negara-negara lain di dunia.

Presiden China, Xi Jinping mendorong perempuan agar berfokus membesarkan anak demi kemajuan bangsa dengan nilai-nilai tradisional.

Perintah tersebut tidak hanya menghalangi perkembangan perempuan, tetapi juga mendorong peningkatan kesenjangan ketimpangan yang terus terjadi di China.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya