Berita

Dok Foto/Ist

Bisnis

KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut untuk Antisipasi Lonjakan Barang

MINGGU, 24 DESEMBER 2023 | 19:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam upaya mengantisipasi lonjakan barang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) telah menambahkan kapasitas ekosistem logistiknya.

Sejak awal Desember, KAI Logistik telah gencar mempersiapkan angkutannya untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman barang, terutama paket, yang diprediksi akan mencapai puncak selama periode libur Nataru tahun ini.

Direktur Utama KAI Logistik, TLN Ahmad Malik Syah menjelaskan bahwa perusahaannya telah mengimplementasikan berbagai strategi dan persiapan untuk memastikan pelayanan prima selama masa libur panjang.


“Selama masa liburan ini, KAI Logistik menambah kapasitas angkut sebesar 25 persen khususnya pada beberapa kereta yang berpotensi mengalami kenaikan permintaan pengiriman," ujarnya kepada media, Minggu (24/12).

"Dengan demikian kapasitas angkut harian berbasis KA menjadi 10 ton per hari, kapasitas ini tidak termasuk dengan moda lain yang juga digunakan dalam perluasan jalur distribusi,” tambah dia.

Selain peningkatan kapasitas angkut, KAI Logistik juga fokus pada penguatan konektivitas jaringan layanan sebagai langkah strategis operasional distribusi.

Penguatan konektivitas itu melalui beragam armada, seperti trucking dan armada lainnya, yang digunakan KAI Logistik untuk dapat mempercepat dan memperluas layanan pengiriman barang kepada pelanggan seiring dengan perubahan izin usaha KAI Logistik menjadi Badan Usaha Angkutan Multimoda yang telah dikantongi sejak 2021 lalu.

KAI Logistik memprediksi adanya peningkatan sebesar 15-20 persen dalam jumlah pengiriman, yang diharapkan akan menyumbang sekitar 60.000 ton terhadap kinerja operasional tahun 2023. Capaian ini menunjukkan peningkatan 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya