Berita

Tentara China/Net

Dunia

China Tingkatkan Tekanan Militer Jelang Pemilu Taiwan

SABTU, 23 DESEMBER 2023 | 12:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Intensitas latihan militer pasukan pembebasan China (PLA) di sekitar perairan Taiwan semakin meningkat jelang pemilihan umum Taipei 2024.

Hal itu diungkap oleh seorang pengamat perang dan keamanan Asia Timur di King’s College London, Alessio Patalan, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari NPR pada Sabtu (23/12).

Dikatakan Patalano, China meningkatkan tekanan militernya terhadap Taiwan melalui taktik “zona abu-abu” untuk mempengaruhi pemilihan presiden yang akan digelar awal tahun depan.


"Tekanan militer dan ekonomi adalah cara yang disukai China untuk mengintimidasi Taiwan dan berupaya mempengaruhi pemilu," ungkapnya.

Mantan Kepala Staf Umum, Lee Hsi-ming mengatakan bahwa aktivitas militer di dekat perairan Taiwan memberikan China peluang untuk menguji kekuatan militernya.

Menurutnya Taiwan harus berhati-hati merespon provokasi militer China. Sebab Beijing mungkin memiliki lebih banyak senjata yang bisa melemahkan Taipei.

"Taiwan memiliki kemampuan respons yang terbatas, karena China mungkin memiliki kekuatan militer yang lebih besar," kata Lee.

Saat ini, Taiwan memiliki sekitar 169.000 personel yang bertugas aktif di angkatan bersenjatanya dan 2 juta pasukan cadangan.

Sementara China mempunyai lebih dari 2 juta personel aktif yang merupakan angkatan bersenjata terbesar di dunia.

Di sisi lain, pengamat politik Universitas Nasional Chung Hsing, Tsui Chin-kuei menilai taktik “zona abu-abu” cenderung tidak memberikan hasil yang diinginkan China.

Dia merujuk pada hasil jajak pendapat yang menyebut bahwa lebih dari separuh warga Taiwan mendukung kunjungan ketua DPR AS dan di bawah 10 persen menganggap China sebagai mitra yang dapat dipercaya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya