Berita

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

DEBAT PILPRES 2024

PDIP: Mas Gibran Bicara Makro, Mahfud Lebih ke Wong Cilik

SABTU, 23 DESEMBER 2023 | 10:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penampilan Mahfud MD dalam debat Cawapres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat malam (22/12) memuaskan.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, Mahfud banyak berbicara tentang kebijakan ekonomi untuk kesejahteraan wong cilik. Hal itu semakin menunjukan bahwa Mahfud MD sosok yang berpengalaman dan tegas dalam memberantas korupsi.

“Kalau Mas Gibran lebih banyak berbicara makro, maka Prof Mahfud satu-satunya yang berbicara tentang infrastruktur sosial bagi wong cilik,” kata Hasto, Sabtu (23/12).


Bahkan PDIP mengklaim tingkat kepuasan publik terhadap pendamping Ganjar Pranowo ini tinggi. Pantauan media sosial TPN Ganjar-Mahfud, sentimen positif publik kepada Mahfud sebesar 39,7 persen, sementara Gibran 19,2 persen, dan Muhaimin 14,4 persen.

“Publik merespons negatif atas jebakan pertanyaan Mas Gibran ke Cak Imin. Penyebutan SGIE tanpa menyebutkan kepanjangannya merupakan pertanyaan jebakan, multitafsir, dan akhirnya malah memukul balik Mas Gibran dengan sentimen negatif 28,7 persen, jauh lebih tinggi dari Prof Mahfud sebesar 18,2 persen,” kata Hasto.

Adapun, lanjut Hasto, mengenai konteks hilirisasi saat debat cawapres semalam, Mahfud MD begitu jelas dan tegas lebih mengedepankan kemanfaatan bagi rakyat agar ekonomi Indonesia makin berdaulat.

"Kesimpulan akhir, Prof Mahfud mampu meyakinkan pemberantasan korupsi akan memberi manfaat bagi wong cilik berupa peningkatan kualitas pendidikan, penurunan harga kebutuhan pokok rakyat, dan penciptaan lapangan kerja secara masif,” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya