Berita

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka/Repro

Politik

Gibran Kasih Paham Mahfud Beda Pajak dan Rasio Pajak

JUMAT, 22 DESEMBER 2023 | 23:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perdebatan soal pajak terjadi antara Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Mahfud MD dalam debat Cawapres 2024, Jumat malam (22/12).

Awalnya, Mahfud MD mempertanyakan target Prabowo-Gibran meningkatkan rasio pajak sebesar 23 persen. Sebab menurut Mahfud, angka tersebut hampir tidak masuk akal jika melihat pertumbuhan ekonomi nasional yang mentok di angka 5-6 persen.

"Itu kalau Anda bisa menaikkan rasio pajak 10 persen, bagaimana Anda menaikkan pajak? Orang mau insentif pajak saja orang enggak ngambil?" tanya Mahfud saat debat di JCC Senayan, Jakarta Pusat.


Alih-alih menjawab pertanyaan Mahfud, Gibran memberi penjelasan bahwa pajak dan rasio pajak berbeda.

“Prof Mahfud, yang namanya menaikkan rasio pajak dan pajak itu beda. Satu. Gimana caranya menaikkan penerimaan pajak, menaikkan rasio pajak? Tadi saya sudah bilang di segmen sebelumnya,” ujar Gibran menjelaskan.

Walikota Solo ini lantas kembali mengulas bahwa pihaknya akan membentuk Badan Penerimaan Pajak, yang dikomandoi oleh presiden. Hal itu dilakukan untuk mempermudah koordinasi dengan kementerian terkait.

“Jadi DJP dan Bea Cukai akan dilebur jadi satu, sehingga fokus pada penerimaan negara saja, tidak akan mengurusi lagi pengeluaran. Lalu digitalisasi itu penting, saya melihat Kemenkeu sudah menyiapkan, tapi aplikasinya pada tahap testing and richment,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya aplikasi dari sistem perpajakan itu akan mempermudah proses bisnis, mempermudah proses administrasi, dan memperbaiki pelayanan pajak.

“Nanti, ketika sistemnya itu keluar, kita akan melaporkan SPT tahunan, kita tidak perlu lagi mengisi dan menghitung, karena sudah free populated, tinggal klik klik klik, tinggal konfirmasi mempermudah,” ujarnya.

Selanjutnya, Gibran juga menjelaskan soal pertumbuhan ekonomi, yang bisa ditopang dengan hilirisasi dan investasi.

“Tadi, saya baru bicara masalah nikel, kita belum bicara masalah tembaga, bauksit, bioetanol, bioavtur, biodiesel. Kalau serius kita bisa jadi raja energi dunia pak, tapi kita harus serius dan fokus dan harus ada keberlanjutan penyempurnaan,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya