Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dalih Lindungi dari Kekerasan, Taliban Sengaja Penjarakan Perempuan

KAMIS, 14 DESEMBER 2023 | 18:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah laporan yang dikeluarkan PBB pada Kamis (13/12) menyebut bahwa Taliban sengaja memasukkan perempuan Afghanistan ke dalam penjara untuk melindungi mereka dari kejahatan berbasis gender.

Dijelaskan bahwa sejak Taliban mengambil alih kekuasaan tahun 2021 lalu, 23 tempat penampungan untuk perempuan korban kekerasan yang disponsori pemerintah telah ditutup.

Taliban menilai bahwa tempat itu tidak lagi diperlukan karena mengandung unsur kebarat-baratan.


Oleh sebab itu, mereka berinisiatif memindahkan para perempuan korban kekerasan, atau mereka yang sebatang kara dan tidak memiliki saudara laki-laki untuk tinggal di penjara.

"Perempuan dikirim ke penjara karena perlindungan mereka mirip dengan bagaimana penjara digunakan untuk menampung pecandu narkoba dan tunawisma di Kabul,” ungkap laporan tersebut, seperti dimuat Associated Press.

Perempuan dan anak perempuan semakin dibatasi di rumah mereka sejak Taliban memimpin Afghanistan.

Mereka dilarang mengikuti pendidikan setelah kelas enam, termasuk universitas, berada di ruang publik seperti taman, dan dilarang dari sebagian besar pekerjaan.

Bahkan jika menempuh perjalanan lebih dari 72 km, mereka diharuskan membawa pendamping pria dan mengikuti aturan berpakaian sesuai syariat.

Namun Afghanistan, selama bertahun-tahun, termasuk dalam peringkat tempat terburuk di dunia untuk kelahiran perempuan.

Jutaan anak perempuan putus sekolah sebelum pengambilalihan Taliban karena alasan budaya dan lainnya. Pernikahan anak, kekerasan dan pelecehan tersebar luas.

Kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa pemerintahan Taliban akan memungkinkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta menghancurkan perlindungan hukum bagi mereka.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya