Berita

Calon Presiden Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan dalam debat perdana Pilpres 2024 yang digelar KPU RI, Selasa (12/12)/Repro

Politik

Debat Capres Ibarat Film, Rakyat Bebas Memilih Karakter Favorit

RABU, 13 DESEMBER 2023 | 22:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Debat perdana Calon Presiden 2024 yang telah dilangsungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ibarat sebuah film yang dipertontonkan kepada publik.

Publik bisa memperdebatkan isi film tersebut, namun tidak bisa mengubah cerita film yang ditayangkan. Begitu pula debat capres, para pendukung bebas memperdebatkan visi misi dan pemikiran masing-masing capres namun tidak bisa mengubah karakter setiap kontestan.

Demikian antara lain pandangan Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi dalam melihat fenomena masyarakat dan pendukung capres setelah debat perdana yang berlangsung Selasa kemarin (12/12).   


"Tinggal penilaian kita, apakah film itu bagus atau tidak. Apakah film itu punya nilai buat kita atau tidak?" jelas Teddy kepada redaksi, Rabu (13/12).

Pandangan Teddy, tiga calon presiden memiliki karakter masing-masing yang terlihat dalam debat perdana. Seperti Anies Baswedan, dinilai sebagai karakter penyerang. Kemudian Prabowo menjadi karakter apa adanya.

"Sementara Ganjar jadi karakter orang yang penuh retorika. Tinggal kita sebagai penonton memilih, mana karakter yang kita sukai," jelas Teddy.

Oleh karena itu, tinggal masyarakat dibebaskan untuk menilai dan memilih mana karakter yang disukai dari setiap capres.

"Bukankah itu tujuan diadakan debat capres-cawapres? Tinggal biarkan masyarakat memilih karakter mana yang mereka sukai," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya