Berita

Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN/Net

Bisnis

BTN Tetap Optimistis Sambut Momentum Kenaikan Harga KPR Subsidi

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 17:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kenaikan harga rumah KPR Subsidi diyakini akan tetap menjaga momentum pertumbuhan penjualan milik Bank Tabungan Negara (BTN).

Hal tersebut disampaikan Direktur Finance BTN, Nofry Rony Poetra dalam merespons Keputusan Menteri PUPR menaikkan harga rumah KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) berkisar 7 persen atau pada rentang Rp162 juta sampai Rp234 juta sejak akhir Juni 2023.

Pada awal tahun 2024 nanti, harga KPR Subsidi juga akan mengalami kenaikan Rp166 juta sampai dengan Rp 240 juta yang berlaku mulai 1 Januari 2024.


"Bank BTN tetap akan menjadi pemain utama pembiayaan KPR Subsidi dengan rata-rata penyaluran 85 persen dari total kuota yang dialokasikan pemerintah, sehingga marketshare kami akan tetap terjaga pada level tersebut," kata Nofry dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/12).

Bank BTN juga optimis pertumbuhan kredit pada tahun 2024 akan lebih tinggi dibanding tahun 2023.

"Kami optimis kredit dapat tumbuh 11 persen yoy pada tahun 2024, lebih tinggi pada tahun 2023. Hal ini didorong oleh pertumbuhan KPR sebagai motor utama pertumbuhan kredit Bank BTN," sambung Nofry.

BTN pun telah melakukan beberapa upaya strategi dalam pengembangan 3 sales center pada tahun 2024 dan inisiatif lanjutan dari kredit high yield. Ini akan mampu mendorong pertumbuhan kredit lebih lanjut.

Di sisi lain, analis Ciptadana Sekuritas, Erni Siahaan CFA, menetapkan target price untuk saham BBTN pada Rp2.125 per lembar saham. Sementara analis Yuanta Sekuritas, Yap Swie Cu menetapkan target price untuk saham BBTN pada Rp1.980/ lembar saham untuk 12 bulan ke depan.

"Beberapa strategi yang saat ini BTN rumuskan telah berhasil menjaga kinerja Bank BTN," kata Yap Swie Cu.

Pada perdagangan Senin (11/12), harga saham BBTN dibuka pada Rp1.220 per lembar saham, dengan konsensus target dari analis sebesar Rp1.660 per lembar saham. Masih terdapat potensi kenaikan sebesar 36 persen untuk saham BBTN.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya