Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pelni Proyeksikan Penumpang Angkutan Laut Saat Libur Nataru Melonjak Hingga 598.276 Orang

SABTU, 09 DESEMBER 2023 | 12:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah persiapan untuk mengatasi lonjakan penumpang di masa libur akhir tahun telah dilakukan PT Persero Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Perusahaan pelayaran milik negara yang didirikan pada tanggal 28 April 1952 itu memproyeksikan total penumpang angkutan laut selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, mengalami kenaikan mencapai 598.276 orang.
 
Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy mengatakan, proyeksi penumpang di akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024 naik 17 persen dibandingkan dengan momen tahun sebelumnya.


"Proyeksi total penumpang angkutan laut selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, mengalami kenaikan mencapai 598.276 orang. Angka tersebut naik 17 persen dibandingkan angkutan laut libur natal dan tahun baru di tahun lalu sebanyak 510.720 orang," terang Nuraini saat konferensi pers Kesiapan PT Pelni (Persero) Melayani Angkutan Natal 2023 dan Tahun 2024 di Jakarta, Jumat (8/12).

Pelni juga memproyeksikan puncak kepadatan penumpang pra-Natal terjadi pada H-3 atau 22 Desember 2023 sebanyak 31.176 orang. Sedangkan puncak kepadatan penumpang pasca-Natal dan Tahun Baru 2024 terjadi pada H+10 atau 4 Januari 2023 sebanyak 26.465 orang.

Untuk itu pihaknya menyediakan total 26 kapal penumpang dengan total 50.832 tempat duduk dan sebanyak 42 kapal perintis dengan total 15.978 tempat duduk.

Pelni juga telah memastikan kesiapan armada melalui pelaksanaan ramp check, monitoring ketersediaan BBM, seluruh kapal beroperasi pada periode peak season dan tidak ada yang melaksanakan docking serta seluruh kapal laik laut dan laik operasi.

Selanjutnya, adanya penyesuaian rute dan jadwal kapal dengan melakukan rerouting kapal untuk mengakomodir lonjakan penumpang pada ruas tertentu dan menyesuaikan jadwal untuk mengakomodir ketibaan kapal di wilayah-wilayah tertentu.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya