Berita

Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Soal Debat Pakai Bahasa Inggris, Sekretaris TPN: Jangan Lupa, Kita Punya Sumpah Pemuda

RABU, 06 DESEMBER 2023 | 15:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menilai Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ahistoris karena lupa akan sejarah Sumpah Pemuda.

Hal itu disampaikan Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto menanggapi tantangan TKN Prabowo-Gibran agar debat capres-cawapres menggunakan Bahasa Inggris.

"Kita ini kan ada sumpah pemuda, mereka lupa itu dengan sumpah pemuda," kata Hasto kepada wartawan di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).


Hasto menyebutkan, banyak negara di dunia bisa maju karena mempertahankan bahasa dan kultur mereka ketimbang berkiblat ke Inggris.

"Kita liat Jepang maju dengan kultur Jepang, Tiongkok maju dengan kultur Tiongkok, Korsel sampai kemudian ada Korea-Pop (K-pop), itu maju dengan kultur dari setiap bangsa," kata Hasto.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP ini, Indonesia punya bahasa pemersatu yakni Bahasa Indonesia yang menjadi jati diri bangsa. Melalui sumpah pemuda, seluruh elemen rakyat Indonesia berikrar untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia.

"Jadi, jangan ubah kultur bangsa ini hanya dengan kemudian melupakan jati diri kita," tegasnya.

Sebelumnya, Jurubicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Prabowo-Gibran sebagai paslon nomor urut 2 siap jika ada sesi khusus debat dengan bahasa Inggris.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu pun mengaku kubu Prabowo-Gibran siap dengan format debat apapun yang bakal ditetapkan KPU.

Merespons tantangan itu, Jubir Timnas Anies-Muhaimin (Amin) Billy David, menyebut bahwa adanya debat Pilpres 2024 dengan menggunakan bahasa Inggris justru akan menguntungkan Amin.

"Menurut kami kalau ada itu (debat Bahasa Inggris) justru menguntungkan untuk Amin dan kita sih siap untuk itu," kata Billy di Sekretariat Perubahan, Jakarta, Selasa (5/12).

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya