Berita

Ilham Bintang bersama almarhum Doni Monardo saat masih menjabat Kepala Satgas Penanganan Covid-19/Ist

Publika

Tiada Lagi Jenderal Doni Monardo

RABU, 06 DESEMBER 2023 | 12:35 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

KAMI terakhir bertemu hampir setahun lalu. Malam itu, 11 Desember 2022 bersama wartawan senior Egy Massadiah, Doni Monardo menghadiri resepsi pernikahan putri bungsu kami. Setelah itu kontak kami hanya melalui hubungan telepon atau WhatsApp (WA).

Ketika Doni berulang tahun ke 60, tanggal 10 Mei lalu, saya mengirim ucapan selamat dan doa. Dia membalas dengan ucapan dan doa sama. Tanggal kelahiran kami kebetulan sama. Beda tahun saja, saya lebih tua delapan tahun dari Jenderal Doni.

Di hari ulang tahunnya ke 60, Egy menceritakan tak ada perayaan, apalagi pesta. Santi Arviani, sang istri hanya menyiapkan kue sederhana. Begitu melihat suaminya kembali dari jogging, Santi segera menyalakan beberapa lilin di atas kue menyambut kedatangan Doni.


Ayah 3 anak dan dua cucu itu masih dengan handuk kecil terlilit di leher, tersenyum haru. Ia mendekat, tidak lekas meniup lilin, melainkan menengadahkan kedua tangan. Berdoa.

"Sebuah momen yang mengharukan sekaligus romantis," kata Egy.

Kontak kami dengan Doni yang intens terjadi sewaktu beliau memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi komando penanganan Pandemi Covid-19. Beliau termasuk yang sering saya mintai tolong untuk membantu kawan-kawan yang terdampak Covid-19.

Irjen Pol Burhanuddin Andi, mantan Kapolda Sulsel suatu hari mengontak saya. Istrinya terkena Covid-19 di Makassar. Ada kebutuhan obat yang mendesak yang sulit didapatkan di Makassar. Bayangkan. Begitu krisis keadaan di masa itu, sampai perwira tinggi polisi bintang dua pun menghadapi kendala untuk menanggulangi kebutuhan obat keluarganya yang terkena Covid-19.

Bismillah.

Saya kontak Pak Doni tidak berapa setelah Irjen Burhanuddin curhat. Alhamdulillah. Pak Doni merespons cepat. Ia pun mengontak link-nya di Makassar. Obat yang dibutuhkan Pak Andi Burhanuddin cepat diperoleh.

Dalam catatan di kontak WA saya, yang masih tersimpan sampai sekarang, ada juga catatan peristiwa ketika penyanyi Fryda Lucyana terpapar Covid-19 type ganas di Jakarta. Ia butuh RS, tetapi semua RS full.

Pak Doni saya kontak, dan secepat itu Fryda bisa dapat ruang perawatan. Selain Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI, Pak Doni juga ikut saya repotkan di masa pandemi itu.

Pak Doni Monardo telah tiada. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.

Mantan Danjen Kopassus dan Pangdam XVI/Pattimura, Maluku dan Pangdam III/Siliwangi, Jawa Barat itu meninggal dunia Minggu, 3 Desember pukul 17.35 WIB di RS Siloam Semanggi. Esok hari, Senin (4/12) siang diantar ribuan pelayat Doni dimakamkan secara kenegaraan di TMP Kalibata dengan Inspektur Upacara KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Doni dirawat di RS lebih dua bulan sejak 23 September lalu karena terserang stroke yang membuatnya tak sadarkan diri. "Tidak ada keluhan apapun sebelumnya. Pagi tadi kita masih ngobrol di WA," cerita sahabatnya, wartawan senior Egy Massadiah, waktu itu. Saya menyesal tidak sempat membesuknya.

Penyesalan itu terulang lagi di hari pemakaman. Saya berangkat dari rumah pukul 07.30 WIB menuju rumah duka. Menurut pengumuman, pukul 08.00 jenazah akan dilepas dari rumah duka menuju Markas Kopassus.

GPS mencantumkan data 35 waktu untuk sampai ke sana. Namun, jalan tikus yang dilalui sesuai  pedoman GPS mengalami kemacetan. Mungkin karena mendadak turun hujan. Rekan Timbo Siahaan yang berada di rumah duka mem-posting foto di WAG, jenazah telah diberangkatkan dari rumah. Aduh.

Tiada lagi Doni. Sosok perwira  tinggi militer yang berperilaku lebih sipil dari sipil.  Tiada yang menyangka orang baik  dan rendah hati pergi secepat itu. Dia sosok prajurit sehat jiwa dan raga sehingga dimanapun bertugas, pengabdiannya pol, meninggalkan legasi keteladanan.
 
Ketika saya mewawancarainya di kantor BNPB, 14 Oktober  2020, kami ngobrol lama. Waktu itu beliau waktu didampingi  Egy Massadiah dan wartawan senior Suryopratomo, yang kini Duta Besar RI di Singapura. Dalam pertemuan itu saya baru tahu Jenderal Doni rupanya sudah sekian lama menginap di kantornya. Sungguh pengabdian luar biasa pada tugas penyelamatan kemanusiaan di masa pandemi Covid-19.
 
Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Doni berdarah asli Minang. Ayahnya, Letkol CPM Nasrul Saad berasal dari Lintau, Kabupaten Tanah Datar dan sang ibu, Roeslina, dari Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar. Karena ayahnya yang seorang prajurit, maka Doni kecil pun ikut berpindah-pindah.

Doni menghabiskan masa kanak-kanak di Aceh. Setelah itu, ia baru tinggal di Padang hingga lulus SMA Negeri 1 Padang pada 1981. Mengikuti jejak ayahnya, ia masuk Akademi Militer setelah lulus SMA. Tahun 1985 ia mengawali masa kedinasannya sebagai seorang prajurit.

36 tahun Doni berkarier di militer menjalankan berbagai penugasan. Ia pernah berdinas di Banten, Bali, Aceh, Jakarta, Sulawesi Selatan, Bogor, Maluku, dan Jawa Barat. Penugasan luar negerinya juga termasuk menonjol.

Karena mengetahui istri saya asal Minang, sekampungnya, setiap kali kontak di WA, Pak Doni lebih sering berbahasa Minang yang tidak saya kuasai sepenuhnya. Seringkali saya terpaksa minta bantuan istri untuk dapat merespons beliau berbahasa Minang.

Selamat jalan, Jenderal.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya