Berita

Para pekerja di industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) dalam negeri/Net

Bisnis

Peran dan Tantangan Industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) dalam Perekonomian Indonesia

MINGGU, 03 DESEMBER 2023 | 20:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Industri rokok, khususnya Segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT), telah lama menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari perekonomian Indonesia selama beberapa dekade ini.

Tercatat, dari tahun ke tahun bisnis itu secara meningkat telah menyumbang pendapatannya ke kas negara hingga nyaris mencapai 200 triliun rupiah, atau menyumbang sekitar 8-9 persen ke APBN.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) pada periode 2022 telah mencapai angka Rp198,02 triliun. Angka tersebut meningkat 4,9 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp188,81 triliun.


Dikatakan Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), I Ketut Budhyman Mudhara, bisnis SKT memiliki peran besar bagi perekonomian dalam negeri, seperti penerimaan cukai yang tinggi hingga penyerapan jutaan tenaga kerja yang bergantung dalam industri tersebut.

"Ada 6 juta tenaga kerja yang bergantung pada industri ini, di mana mayoritas karyawannya perempuan yang kini menjadi IRT, pekerja berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas," kata Budhyman saat ditemui wartawan Kantor Berita Politik RMOL pada akhir November lalu.

Serapan jutaan tenaga kerja itu terdiri dari masyarakat yang memiliki pendidikan minim yang bergantung pada sektor padat karya itu.

Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri sebagai salah satu pusat transaksi pertembakauan besar di Jawa Barat, yang memiliki lebih dari 6.800 petani tembakau mengakui bahwa bisnis SKT telah menyumbang banyak bagi pereknomian daerah mereka.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Sajidin menekankan sendiri bahwa pertumbuhan pesat industri pertanian tembakau akan berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat Sumedang, termasuk petani tembakau, buruh tani, pengangkut, dan pedagang tembakau.

“Usaha pertanian tembakau yang berkembang pesat, akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Sumedang," kata Sajidin, saat acara Festival Tembakau Sumedang di Pasar Tembakau Tanjungsari pada (25/11) lalu.

Meski demikian, sektor ini tengah menghadapi banyak tantangan, terutama sejak pemerintah merancang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksanaan UU Kesehatan 17/2023, di mana Pasal 457 ayat (7) RPP Kesehatan mewajibkan Menteri Pertanian untuk mendorong diversifikasi produk tanaman tembakau dan alih tanam ke produk pertanian lain.

Aturan itu mulai mengguncang bisnis kretek dalam negeri, karena dinilai dapat merugikan banyak pihak, termasuk petani tembakau, pedagang eceran, hingga jutaan pekerja di sektor itu.

Turunan dari aturan tersebut diketahui akan mengatur ketat tentang pengamanan zat adiktif berupa produk tembakau, dengan di antaranya mengatur produksi rokok seperti menetapkan kadar nikotin, tar, dan zat yang terkandung di dalamnya, mengatur soal desain dan informasi pada label kemasan, pengaturan iklan, sponsorship hingga membatasi penjualan rokok.

Tekanan besar dari pemerintah terhadap industri tembakau lantas menyebabkan penurunan produksi rokok, dari yang biasanya memproduksi 357miliar batang, namun kini menurun hanya sekitar 323,9 miliar batang saja.

Penurunan produksi itu diyakini akan berdampak besar pada tenaga kerja, hingga serapan perekonomian daerah dan nasional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya