Berita

IMF/Net

Bisnis

Peringatan IMF: Utang Pakistan Bisa Tembus Rp 4.492 Triliun Akhir Tahun Fiskal Ini

MINGGU, 03 DESEMBER 2023 | 12:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan peningkatan utang Pakistan mungkin mendekati 82 triliun rupee atau Rp 4.492 triliun pada akhir tahun keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2024.

IMF juga menilai laju akumulasi total utang dan kewajiban publik Pakistan akan terus berlanjut, yang mungkin meningkat hingga 92,24 triliun rupee pada tahun fiskal 2024-2025.

Dikutip Dawn pada Minggu (3/12), Pakistan dan IMF telah mencapai kesepakatan di tingkat staf dengan mengembangkan konsensus mengenai Memorandum Kebijakan Ekonomi dan Keuangan (MEFP) untuk dipresentasikan di hadapan Dewan Eksekutif IMF.


Diharapkan IMF dapat mencairkan dana tahap 700 juta dolar AS di bawah program Standby Arrangement (SBA) senilai 3 miliar dolar AS untuk Pakistan. .

Di sisi fiskal, IMF dan pihak Pakistan sepakat untuk memangkas belanja pembangunan di tingkat federal dan provinsi.

Di tingkat federal, belanja pembangunan dikurangi dari 843 miliar rupee menjadi 782 miliar rupee pada tahun fiskal berjalan. Pemerintah telah mengalokasikan 950 miliar rupee untuk proyek PSDP pada tahun fiskal berjalan.

Sementara untuk program pembangunan tingkat provinsi, IMF memproyeksikan pengurangan dari 1.440 miliar rupee menjadi 1.325 miliar rupee pada tahun fiskal berjalan.

Dari sisi pendapatan, target Pakistan dipertahankan sebesar 9.415 triliun rupee pada tahun fiskal berjalan. Di sisi pendapatan bukan pajak, IMF dan Pakistan sepakat untuk meningkatkan pungutan pajak minyak bumi dari 869 miliar rupee menjadi 918 miliar rupee pada tahun fiskal berjalan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya