Berita

Caleg Partai Golkar DPR Dapil Jabar VIII, Riko Heryanto/Ist

Politik

Caleg Golkar DPR Dapil Cirebon Janji Perjuangkan Metropolitan Rebana

MINGGU, 03 DESEMBER 2023 | 03:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Golkar DPR Dapil Jabar VIII, Riko Heryanto berkomitmen akan memperjuangkan Kota Cirebon sebagai pusat kawasan metropolitan Rebana jika terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024.

Sekjen DPN SOKSI periode 2017-2022 tersebut menyebut, Rebana merupakan sebuah kawasan metropolitan ketiga di Jawa Barat setelah Bodetabek dan Bandung Raya yang digagas mantan Gubernur Ridwan Kamil pada 2020.

Bahkan, kawasan Rebana sudah ditetapkan melalui Peraturan Presiden No 87/2021. Hal itu juga seiring dengan dibangunnya pelabuhan Patimban di Subang, yang diharapkan mampu mendorong industrialisasi di kawasan Indramayu, Cirebon dan Majalengka.


"Seharusnya Rebana menjadikan Kota Cirebon sebagai pusat dari kawasan metropolitan seperti Kota Bandung di kawasan metropolitan Bandung Raya," ucap Riko, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (2/11).

Alumnus Fakuktas Teknik Universitas Indonesia (UI) tersebut menjelaskan, kawasan Rebana dengan 7 kota dan kabupaten meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang memerlukan pusat metropolitan.
 
Menurut Riko, seharusnya Kota Cirebon menjadi pusat kawasan dengan argumen bahwa Kota Cirebon adalah satu-satunya kota dari 7 daerah Rebana dengan kelengkapan sarana dan prasarana, profile penduduk serta kegiatan perekonomian yang menunjang untuk menjadikannya sebagai kota metropolitan.

"Tidak terlalu sulit menjadikan Kota Cirebon sebagai kota metropolitan dibandingkan dengan membangun salah satu kabupaten menjadi pusat metropolitan Rebana," ungkap Riko.

Riko mengungkapkan pada kenyataannya saat ini berdasarkan perencanaan pembangunan Metropolitan Rebana, Kota Cirebon mungkin tidak akan menjadi pusat kota.

"Alasannya industrialisasi yang menjadi mesin penggerak kawasan metropolitan ini malah berpusat di Subang dan Indramayu, Sumedang serta Majalengka," kata Riko.

Riko mengatakan, dengan rencana pembangunan kawasan industri seluas 15.200 hektare (ha) di Subang, 16.136 ha di Indramayu dan 2.387 ha di Majalengka dan Sumedang 4.092 ha kemungkinan akan membuat ke 4 daerah tersebut berpotensi sebagai pusat Kawasan Metropolitan Rebana.

Di sisi lain, kata Riko, Kabupaten Cirebon yang direncanakan hanya akan dibangun 1.800 ha kawasan industri jelas tidak mampu membuat Kota Cirebon sebagai pusat. Akan berbeda jika Kabupaten Cirebon memiliki kawasan industri yang lebih besar dari Subang dan Indramayu.

Riko mengungkapkan, saat berdialog dengan Ketua Badan Pengelola Kawasan Rebana, Bernardus Djonoputro, dirinya sudah menyampaikan pandangannya dan diaminkan Bernardus.

"Bahwa secara alamiah memang sangat mungkin Kota Cirebon akan ditinggalkan sebagai pusat metropolitan jika pengembangan industri dipusatkan di wilayah barat. Juga hanya sebagian kecil dilakukan di wilayah timur yaitu di Kabupaten Cirebon," jelasnya.

Menurut Riko, Bernardus menyampaikan  harus dilakukan upaya dari Kota Cirebon agar membuat Cirebon menarik. Sehingga semua kantor dagang dari pengembang industri berdiri di Cirebon.

"Untuk itu Kota Cirebon harus berjuang keras," tegas dia.

Riko mengatakan, saat ini hal yang harus dilakukan adalah mengoreksi pembagian luas kawasan industri. Sehingga membuat Kota Cirebon berada di tengah-tengah kawasan industri. Seperti kota metropolitan Jakarta untuk Bodetabek dan Kota Bandung untuk metropolitan Bandung Raya.

"Hal lain yang perlu dilakukan adalah membuat regulasi yang mengharuskan semua kantor pusat dari tiap industri di seluruh kawasan industri pada kawasan Rebana berada di Kota Cirebon," bebernya.

Dalam acara silaturahmi dengan media, Riko berjanji jika terpilih akan berusaha menjadi wakil rakyat yang mampu memenuhi keinginan warga Kota Cirebon dan memperjuangkan Kota Cirebon menjadi pusat kawasan metropolitan Rebana.

"Dengan menjadi pusat dari kawasan metropolitan Rebana maka Cirebon akan menjadi pusat dari pertumbuhan ekonomi 10 persen yang menjadi objektif dari pengembangan kawasan ini," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya