Berita

Representative Image/Net

Bisnis

Aksi Boikot Rugikan Dunia Usaha, Kadin Minta Pemerintah RI Turun Tangan

KAMIS, 30 NOVEMBER 2023 | 14:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Aksi boikot terhadap sejumlah produk yang diyakini berafiliasi dengan Israel telah menimbulkan kerugian bagi dunia usaha.

Hal tersebut dikatakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang ikut membuka suara terhadap seruan boikot di dalam negeri.

Pelaksana Tugas Harian Ketua Umum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi, menyebut aksi yang dilakukan masyarakat telah menimbulkan kerugian karena dilakukan pada sektor usaha yang menyerap tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada pekerjaannya.


Untuk itu, dalam pernyataannya, Kadin menyerukan agar pemerintah ikut turun tangan dalam menangani masalah tersebut.

"Aksi boikot yang belakangan marak terjadi, perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah berdasarkan latar belakang perlindungan kepentingan nasional dalam rangka menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif dengan mengarusutamakan perlindungan kepentingan nasional," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/11).

Lebih lanjut, Yukki menegaskan bahwa Kadin mengecam segala bentuk penindasan dan kekerasan di Palestina. Meski demikian, ia berharap agar masalah tersebut dapat terselesaikan.

"Kami juga bersikap netral dalam isu geopolitik yang terjadi dan berfokus pada pengembangan dunia usaha serta pertumbuhan perekonomian nasional," katanya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) Uswati Leman Sudi sebelumnya juga telah memperkirakan bahwa pendapatan sektor ritel dapat menurun drastis akibat seruan boikot yang masih berlangsung.

Menurut Uswati, aksi itu dikhawatirkan dapat berdampak besar terhadap industri ritel dari hulu ke hilir, yang dapat menyebabkan penurunan ekonomi dalam negeri hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia pun mendesak pemerintah untuk segera menangani masalah itu dengan tegas agar seruan boikot tidak terjadi terlalu lama.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya