Berita

Launching dan Bedah Buku, yang berjudul "Menjemput Mandat Presiden, Anies adalah Kehendak Sejarah"," di Posko Pejuang Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu petang (25/11)/RMOL

Politik

Jumhur Hidayat: Pilpres 2024 Berbeda dengan Tahun 2019

SABTU, 25 NOVEMBER 2023 | 19:39 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Perbedaan sungguh terjadi dan sangat terasa dalam Pilpres 2024, jika dibandingkan dengan Pilpres 2019. Terutama, soal narasi yang dibangun saat kontestasi pemilihan presiden pada tahun 2019 yang hanya diikuti dua pasangan calon.

Co captain Tim Pemenangan Nasional Anies Muhaimin (Amin), Jumhur Hidayat, mengatakan, latar belakang perbedaan dilihat dari tiga pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilpres 2024.

Jumhur berkeyakinan, Pilpres 2024 akan lebih sejuk, dibandingkan tahun 2019 yang diwarnai narasi negatif dari dua kubu pendukung calon.


"Perbedaan pemilu sebelumnya atas dasar kebencian, cebong, kadrun, kampret memang beradu di bawah. Kemudian oligarki garuk sumber daya kita, itu enggak rasional," kata Jumhur dalam Launching dan Bedah Buku, yang berjudul "Menjemput Mandat Presiden, Anies adalah Kehendak Sejarah"," di Posko Pejuang Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu petang (25/11).

Di mana saat itu, para pendukung saling caci maki di media sosial hanya karena berbeda pilihan. Padahal, itu hal biasa dalam setiap kontestasi demokrasi.

Menurut Jumhur, kehadiran pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar jadi langkah nyata bagi rakyat untuk memikirkan nasib bangsa 5 hingga 10 tahun ke depan.

"Sekarang (Pilpres 2024), berubah gairahnya keberlanjutan dan perubahan dan semua punya rasionalitas, rakyat yang tentukan," kata Jumhur.

Dalam diskusi ini turut hadir beberapa narasumber lainnya seperti Eggi Sudjana, dan Refly Harun.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya