Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Mengentaskan Kemiskinan

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 15:59 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

JUMLAH pengangguran di Indonesia tercatat telah berkurang dari 8,42 juta orang menjadi 7,86 juta orang selama periode bulan Agustus tahun 2022-2023 (BPS, 2023). Menurun sebanyak 0,56 juta orang penganggur.

Penurunan jumlah pengangguran menjawab sebagian keraguan tentang manfaat dari UU Cipta Kerja. Meskipun demikian, tentu saja senantiasa terdapat orang-orang yang sangat tidak puas dengan keberadaan penurunan jumlah pengangguran, yang sebesar 0,56 juta orang selama setahun terakhir.

Itu, sekalipun berada pada hiruk pikuk penolakan dari Partai Buruh dan Aliansi Aksi Sejuta Buruh, serta pemerhati pengangguran, yang sibuk menolak. Lumayan, sekalipun tentu saja jumlah pengangguran tidak mudah di-nol-kan.


Dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan, maka penurunan jumlah pengangguran sangat penting. Pada keluarga pra sejahtera, atau keluarga miskin yang diintervensi oleh pemerintah menggunakan program keluarga harapan (PKH), maka penurunan jumlah pengangguran merupakan syarat penting untuk keluar dari garis kemiskinan.

Sebab, sungguh sulit dapat dimengerti, jika pengentasan kemiskinan dapat berhasil, apabila dalam anggota keluarga masih terdapat penduduk yang menganggur.

Menganggur, karena tidak mendapatkan pekerjaan di sektor informal, terutama untuk bekerja pada sektor formal. Bekerja sebagai pekerja. Kemudian sungguh tidak mudah untuk mengubah penduduk yang menganggur ditransformasi secara frontal ekstrim menjadi wiraswastawan, sekalipun pemerintah telah giat melembagakan kartu pra kerja, dan rajin membina kewiraswastaan.

Kinerja pengentasan jumlah penduduk miskin adalah berhasil menurunkan dari 26,16 juta orang menjadi 25,90 orang periode Maret tahun 2022-2023 (BPS, 2023), dimana jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 0,26 juta orang. Itu, ketika garis kemiskinan telah dinaikkan dari Rp 505.469/kapita/bulan menjadi Rp 550.458/kapita/bulan pada periode waktu analisis yang sama.

Jadi, bukan hanya urusan jumlah pengangguran yang “bandel” dikurangi, namun jumlah penduduk miskin semakin tidak mudah dihapuskan, ketika garis kemiskinan bergerak dinamis lincah naik.

Untuk penduduk yang tidak pernah mengalami situasi dan kondisi nyata berpengalaman sebagai penduduk miskin dan pengangguran, maka akan sungguh amat sangat sulit untuk dapat mengerti tentang bagaimana cara mengubah secara cepat dari hidup berada di bawah garis kemiskinan menjadi lulus di atas garis.

Demikian pula untuk mengubah dari definisi menganggur berubah menjadi bekerja, baik sebagai pekerja sektor informal, bahkan terutama untuk sektor formal.

Fenomena tadi sungguh berbeda dibandingkan orang yang terbiasa menghadapi banyak pekerjaan mengantri panjang untuk dikerjakan tuntas dengan cepat.

Alternatif solusi pengentasan pengangguran dan kemiskinan, terutama adalah kesepakatan pemimpin lokal lebih membuka iklim investasi industrialisasi dan hilirisasi banyak sektor perekonomian. Bukan menentang manajemen investasi, yang diyakininya sebagai “penjajahan”.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef); yang juga pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya