Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Meski Pendapatan Anjlok, Laba Kuartal III Winner Nusantara Justru Melonjak

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengembang properti terkemuka, PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), harus berbesar hati dengan penurunan pendapatan di kuartal III 2023 ini.

Laporan Perusahaan menyebutkan, WINR meraih pendapatan Rp 21,40 miliar, turun 39,04 persen dari pendapatan Rp 35,11 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Penurunan disebabkan oleh pendapatan rumah hunian yang turun 39,3 persen menjadi Rp 19,624 miliar dan pendapatan jasa penjualan rumah yang amblas 35,87 persen, menjadi Rp 1,777 miliar.


Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Rabu (22/11), disebutkan bahwa beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 12,99 miliar dari Rp 19,68 miliar.

Laba kotor turun menjadi Rp 8,40 miliar dari laba kotor Rp 15,42 miliar. Sedangkan laba usaha juga turun menjadi Rp 3,35 miliar dari laba usaha Rp 7,52 miliar tahun sebelumnya.

Namun begitu, perseroan mencatat penghasilan lain-lain neto sebesar Rp 24,03 miliar dari selisih penilaian kembali properti investasi Rp 23,72 miliar dari beban lain-lain neto Rp 147,53 juta tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak pun meningkat menjadi Rp 26,90 miliar dari laba sebelum pajak Rp 6,57 miliar.

Yang mengejutkan, di tengah anjloknya pendapatan, WINR justru meraih laba bersih sebesar Rp 21,07 miliar atau melesat 259,56 persen (y-o-y). Hal ini terutama disebabkan oleh langkah perseroan yang melakukan revaluasi aset.

Laba neto tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp 21,07 miliar dari laba neto tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp 5,85 miliar.

Untuk liabilitas tercatat mencapai Rp 95,69 miliar hingga periode 30 September 2023, naik dari total liabilitas Rp 91,26 miliar hingga periode 31 Desember 2022.

Total aset perusahaan mencapai Rp 450,62 miliar hingga periode 30 September 2023 naik dari total aset Rp 419,28 miliar hingga 31 Desember 2022.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya