Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Rep

Politik

Belakangan Kembali Terlihat, Megawati: Jangan Biarkan Kecurangan Pemilu

MINGGU, 12 NOVEMBER 2023 | 15:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengaku melihat kecurangan Pemilu akan terjadi lagi. Dia pun meminta rakyat jangan diintimidasi seperti dulu lagi.

Pesan itu disampaikan Megawati dalam pidato yang disiarkan langsung di kanal YouTube PDI Perjuangan, Minggu (12/11).

Menurutnya, dalam situasi seperti saat ini, dia mengajak masyarakat mengawal Pemilu 2024 dan menjadikannya momentum untuk mendapatkan pemimpin terbaik.


"Pemimpin yang benar-benar mewakili seluruh kehendak rakyat Indonesia, mengayomi, agar Indonesia menjadi bangsa hebat, unggul, dan berdiri di atas kaki sendiri," katanya.

Putri Proklamator Bung Karno itu juga berharap rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi. Hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran, mewujudkan keadilan, untuk mengayomi seluruh warga bangsa dan negara Indonesia.

"Dengan keadilan itulah kemakmuran bisa diwujudkan. Karena itu, terus genggam erat semangat reformasi," pinta Megawati.

Dia juga menyerukan semua pihak agar tidak takut bersuara dan berpendapat, selama tetap berakar pada kehendak hati rakyat.

"Terus kawal dan tegakkan demokrasi. Itulah kewajiban kita sebagai warga bangsa, dan bahkan menjadi keharusan setiap anak negeri, agar tidak terjadi kesewenang-wenangan. Sebab kedaulatan rakyat harus terus dijunjung tinggi," kata Megawati lagi.

Dia juga berharap Pemilu 2024 dapat berjalan demokratis, jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.

"Rakyat jangan diintimidasi seperti dulu lagi. Jangan biarkan kecurangan Pemilu, yang akhir-akhir ini terlihat sudah mulai, akan terjadi lagi. Gunakan hak pilihmu dengan tuntutan nurani," pungkas Megawati.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya