Berita

Atlet Panjat Tebing Indonesia, Ramadhan Raviandi/Net

Olahraga

Atlet Panjat Tebing Indonesia Bidik Disiplin Speed untuk Melaju ke Olimpiade Paris 2024

MINGGU, 12 NOVEMBER 2023 | 05:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Seperti diperkirakan sebelumnya, atlet Indonesia yang bertarung di disiplin Boulder & Lead (Combine) tidak dapat memenuhi harapan meraih tiket Olimpiade Paris 2024.

Dua pemanjat putra dan putri Indonesia, Ramadhan Raviandi dan Sukma Lintang Cahyani gagal meraih podium pada Kejuaraan ISFC Asian Qualifier di Jakarta, Sabtu (11/11).

Kejutan terjadi pada disiplin Boulder & Lead putri, dimana atlet China Zhang Yuetong menduduki peringkat pertama.


Hasil ini sebenarnya di luar prediksi sebelumnya, karena Zhang tidak pernah menduduki peringkat tiga besar pada babak kualifikasi. Namun pada saat final Zhang meraih angka tertinggi, melampaui dua atlet Jepang di bawahnya. Dengan hasil ini, berarti Zhang meraih tiket menuju Olimpiade Paris 2024.

Di sisi lain, atlet Indonesia Sukma Lintang Cahyani menempati urutan paling buncit. Sukma meraih total angka 43,6 setelah melewati lintasan Boulder & Lead. Berbeda jauh dengan peringkat pertama, Zhang Yuetong yang meraih total poin 142,3.

Sementara itu untuk kategori putra, seperti yang diperkirakan sebelumnya, Anraku Sorato dari Jepang tak terbendung untuk meraih podium utama. Anraku dapat dikatakan hampir meraih angka maksimal, sebab mampu melewati keseluruhan lintasan Boulder dan mencapai titik puncak lintasan Lead.

Anraku sendiri merupakan atlet Jepang berusia 17 tahun, yang cukup menggemparkan akhir-akhir ini. Sebab pada debut pertamanya meraih peringkat pertama pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Bern, Swiss. Anraku juga yang meraih medali emas pada Asian Games 2023, yang baru saja berlalu.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid menyatakan hasil yang dicapai atlet tetap harus diapresiasi.

“Semua masih pada on track. Mereka masih muda, dan kami juga hanya menargetkan masuk semi-final. Jadi keberhasilan masuk final merupakan prestasi yang melebihi target,” ucapnya.

Lebih jauh Indonesia masih tetap memancang target mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024, melalui disiplin Speed. Dimana pada disiplin tersebut atlet-atlet Indonesia bercokol pada posisi elite dunia. Tercatat ada nama Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Rahmad Adi Prasetyo, Nurul Iqoomah, Rajah Sallsabilah, dan Mutia Amanda Narda.

Veddriq sendiri dikenal sebagai pemegang rekor tercepat pemanjatan speed dunia saat ini. Sementara Kiromal Katibin merupakan pemegang rekor kecepatan disiplin Speed sebelumnya. Sehingga diprediksi Indonesia memiliki kans besar meraih tiket Olimpiade Paris 2024 melalui disiplin Speed putra.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya