Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kekurangan Paspor, Ribuan Orang Pakistan Gagal ke Luar Negeri

SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 15:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keterbatasan paspor yang bisa dikeluarkan pemerintah Pakistan telah membuat ribuan warga mengeluh karena gagal merealisasikan mimpi mereka untuk pergi bekerja atau sekadar jalan-jalan ke luar negeri.

Seorang warga Gujarat, Zain Ijaz, mengaku telah diterima di sebuah universitas di Inggris. Namun cita-citanya harus tertunda karena paspor yang telah lama dia ajukan tidak kunjung jadi.

Warga lainnya dari Punjab bernama Gul, menceritakan bagaimana dirinya kehilangan tiket emas untuk bekerja ke Dubai hanya karena kesulitan mendapat dokumen perjalanan dari negaranya.


“Saya siap untuk segera pindah ke Dubai untuk bekerja. Saya dan keluarga saya sangat gembira karena nasib kami akhirnya akan berubah," ujarnya, seperti dikutip dari Tribune Express pada Sabtu (11/11).

Seorang mahasiswa bernama Hira mendapat ujian berat karena seharusnya dia bisa ke Italia bulan lalu, tetapi karena ketidaktersediaan visa, maka rencananya untuk sekolah di sana juga gagal.

"Tidak adil jika saya menanggung akibatnya karena inefisiensi departemen pemerintah," tegasnya.

Penting untuk disebutkan bahwa inefisiensi ini bukanlah peristiwa yang terjadi satu kali saja. Pada tahun 2013, pencetakan paspor juga terhenti karena Ditjen Pajak berhutang pada percetakan dan kurangnya kertas laminasi.

Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi & Paspor (DGI&P), terbatasnya jumlah paspor berkaitan dengan kelangkaan kertas laminasi, yang digunakan dalam paspor dan biasanya diimpor dari Prancis.

Direktur Jenderal Media Kementerian Dalam Negeri, Qadir Yar Tiwana, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi krisis ini.

“Situasi akan segera terkendali dan penerbitan paspor akan berlanjut seperti biasa,” tegasnya.

Kendati demikian, seorang warga di Karachi bernama Faizan mengaku tidak percaya dengan janji pemerintah. Pasalnya sudah dua bulan lalu dia mengajukan pembuatan paspor tetapi hingga kini belum diterima.

Warga lain bernama Amir mengaku menerima SMS dari DJP untuk mengambil paspor yang sudah siap, tetapi ketika mendatangi kantornya, petuga memberitahukan bahwa paspornya masih dalam proses.

“Paspor saya belum tiba hingga saat ini dan saya harus membatalkan semua rencana bepergian ke luar negeri,” kata Amir dengan marah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya