Berita

Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan saat menyampaikan gagasannya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar Indef/RMOL

Politik

Wujudkan Kemakmuran, Anies Bertekad Hapus Ketimpangan

RABU, 08 NOVEMBER 2023 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Target Indonesia Emas 2045 sulit tercapai, jika masalah ketimpangan masih terjadi di tanah air.

Hal ini diungkap capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan saat menyampaikan gagasannya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar Indef di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Jadi visi Indonesia 2045 itu bukan semata-mata berapa GDP per kapita, tetapi suatu kemakmuran yang dirasakan seluruh penduduk Indonesia," kata Anies, Rabu (8/11).


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menggarisbawahi, jika masalah ketimpangan tidak dibereskan hari ini, maka akan menjadi problematik ke depan.

Maka dari itu, Anies yang diusung Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, membawa visi "Indonesia Adil Makmur untuk Semua".

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memandang, Indonesia yang makmur harusnya dirasakan semua warga negara. Ditandai dengan layanan publik yang terjangkau dan berkualitas, mulai dari kesehatan, pendidikan, perumahan, pangan, transportasi, energi, dan informasi.

"Pertumbuhan ekonomi kita belum berhasil menyelesaikan pengangguran. Tapi juga ketimpangan yang ada ini menjadi PR sesungguhnya," jelasnya.

Meski begitu, dalam visi juga disebutkan bahwa kemakmuran bangsa Indonesia harus dibarengi dengan pelestarian alam dan lingkungan.

"Membereskan soal ketimpangan adalah persoalan urgent yang harus diselesaikan hari ini. Maka dari itu gagasan kita soal kemakmuran," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya