Berita

Mantan Ketua MUI, Din Syamsuddin/RMOL

Politik

Bantah Catut Nama Waketum DMI, Begini Klarifikasi Din Syamsuddin

SELASA, 07 NOVEMBER 2023 | 19:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, memberikan klarifikasi terkait insiden penyebutan nama Wakil Ketua Umum DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen (Purn) Syafruddin, dalam daftar rombongan pimpinan/tokoh Ormas Islam yang diundang ke DPP Partai Nasdem pada Senin kemarin (6/11).

Din Syamsuddin menjelaskan, nama-nama tokoh Ormas yang diajak adalah atas undangan dan hanya yang bersedia hadir yang dicantumkan dalam daftar. Nama Syafrudin diberi catatan dalam kurung sebagai tanda ketidakpastian.

Peristiwa ini berawal dari pertemuan antara Din Syamsuddin dengan Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, di Monas saat Aksi Akbar Palestina, Minggu (5/11). Din Syamsuddin memberitahu bahwa akan ada rombongan pimpinan/tokoh Ormas Islam ke DPP Partai Nasdem pada 6 November 2023 untuk menyampaikan aspirasi. Dia juga menyebut kemungkinan Waketum DMI bisa mewakili.


“Mungkin (karena) suasana riuh rendah, saya salah dalam memahami isyarat dari Pak JK,” ujar Din dalam keterangannya, Selasa (7/11).

Sehingga, lanjut Din Syamsuddin, ketika Partai Nasdem meminta daftar nama yang akan hadir untuk penyediaan tempat duduk, nama Waketum DMI dimasukkan namun dengan catatan sebagai tanda ketidakpastian, di antara yang sudah mengonfirmasi kehadiran.

Sayangnya, ketika Syafruddin mengirimkan pesan WhatsApp menyatakan tidak akan ikut dengan alasan tidak ingin terlibat dalam politik praktis, daftar tersebut tidak segera direvisi.

Din Syamsuddin menegaskan, bahwa tidak ada niatan untuk mencatut nama dengan tujuan negatif, dan bahwa klarifikasi ini diberikan untuk menghindari konotasi negatif yang tidak seharusnya ada.

“Jadi tidak benar dicatut, karena tidak ada keperluan sama sekali untuk itu, suatu istilah yang berkonotasi negatif,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Syafruddin. Namun, karena Syafruddin merasa bahwa insiden tersebut dapat merusak reputasinya sebagai tokoh nasional dan internasional, ia memilih untuk menyampaikan protes melalui media.

Berkenaan itu, Din Syamsuddin menyatakan penyesalannya dan menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk merusak reputasi Syafruddin seperti yang diberitakan oleh media.

“Saya sekali memohon maaf dan sama sekali tidak mengetahui bahwa itu akan merusak reputasinya sebagai tokoh nasional dan internasional sebagaimana yang ditulis media,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya