Berita

Mantan Ketua MUI, Din Syamsuddin di Nasdem Tower, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (6/11)/RMOL

Politik

Tanggapi Survei Pilpres, Din Syamsudin Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas

SELASA, 07 NOVEMBER 2023 | 00:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mendekati Pilpres 2024 makin banyak lembaga survei yang merilis temuannya. Bahkan hasil survei tersebut dirilis hampir setiap pekan.

Menyikapi hal ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin yang biasa disapa Din Syamsuddin meminta masyarakat tidak gampang terpengaruhi dengan hasil survei.

"Saya mengapresiasi survei politik. Tapi, saya pesankan jangan sepenuhnya dijadikan pedoman, karena itu perlu eksaminasi akademik," kata Din di Nasdem Tower, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (6/11).


Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu melanjutkan, perlu dibedah lebih jauh survei yang dilakukan berbagai lembaga. Hal ini agar lebih jelas dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih.

"Bagaimana metodologinya, samplingnya, dan terutama pertanyaan. Terutama, pertanyaan apa yang mereka sampaikan, lalu yang ketiga siapa yang membiayai," jelas dia.

Din menambahkan, survei sejatinya memotret opini publik, namun saat ini justru terkesan seperti tengah membentuk opini di publik. Untuk itu, masyarakat pun diajak lebih cerdas dalam menentukan pilihannya.

"Jadilah pemilih cerdas (smart voters) yang memiliki literasi politik, mendengar hati nuraninya, bukan karena survei-survei  yang boleh jadi akan mempengaruhi secara psikologis" tandasnya.

Diketahui hasil survei-survei politik saat ini masih menempatkan pasangan Anies-Muhaimin di dasar klasemen, di bawah kompetitornya pasangan Ganjar-Mahfud MD dan Prabowo-Gibran. (Mag1)

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya